Polres Sekadau Gagalkan Penyelundupan 21.190 Liter BBM

Polres Sekadau Gagalkan Penyelundupan 21.190 Liter BBM

BERBAGI
Foto: Barang bukti satu unit truk yang digunakan untuk membawa BBM/Yahya

Sekadau,thetanjungpuratimes.com – Sat Reskrim Polres Sekadau berhasil menggagalkan penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebanyak 21.190 liter, Rabu (20/12) sore. Seorang pria berininsial RL (49) yang diduga sebagai pelaku penyelundupan BBM tersebut juga berhasil diamankan.

Pelaku yang merupakan warga Kabupaten Sanggau diamankan di penyeberangan Sekumpai Desa Sungai Kunyit Kecamatan Sekadau Hilir.

Kasat Reskrim Polres Sekadau Iptu M. Ginting menuturkan, awalnya petugas mendapat informasi dari masyarakat sering melihat kendaraan truk dari Sanggau, melintas penyeberangan Sekumpai, desa Sungai Kunyit mengangkut BBM premium pada pukul 22.00 WIB. Berbekal informasi tersebut, petugas selanjutnya menuju lokasi untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.

“Setelah memastikan, anggota melihat mobil Truk warna kuning sedang mengantre melewati penyeberangan, dan langsung diamankan,” ungkapnya, Rabu (21/12).

Kepada petugas, RL mengatakan bahwa muatan truk yang dibawa adalah tabung gas 3 kg, dan BBM jenis premium dari Sanggau.

Petugas juga menanyakan surat-menyurat terhadap barang yang diibawa, namun sopir juga tidak dapat menunjukkannya.

“Kemudian anggota membawa sopir dan barang bukti ke Polres Sekadau guna pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Barang bukti yang diamankan diantaranya adalah, 86 buah tabung gas 3 kg warna hijau, 9 buah drum plastik warna biru berisikan BBM jenis premium sekitar 200 liter dengan jumlah total sekitar 1800 liter.

Dan 6 buah Jerigen warna biru berisikan BBM jenis Premium sekitar 65 liter dengan jumlah total sekitar 390 liter, beserta kendaraan yang digunakan untuk mengangkut barang tersebut.

Terhadap terduga pelaku, Ginting mengatakan, jika terbukti melanggar akan disangkakan dengan pasal Pasal 55 Jo Pasal 53 huruf (b) dan huruf (d) Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

(Yahya/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR