Muhammad Fauzie : Kecelakaan Lalulintas di Jalan Gusti Situt Mahmud-Khatulistiwa Cukup Tinggi

Muhammad Fauzie : Kecelakaan Lalulintas di Jalan Gusti Situt Mahmud-Khatulistiwa Cukup Tinggi

BERBAGI
Foto : Masyarakat menggelar aksi pemasangan spanduk/Sukardi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Elemen Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda Kecamatan Pontianak Utara menggelar aksi damai pembentangan spanduk bertuliskan kendaraan roda enam atau lebih dilarang melewati Jalan Gusti Situt Mahmud – Jalan Khatulistiwa, pada Jumat (22/12).

Koordinator Aksi, Muhammad Fauzie, mengatakan, pemasangan spanduk tersebut bertujuan untuk meminimalisir terjadinya laka lantas yang menyebabkan luka berat atau pun meninggal dunia.

“Cukup tingginya laka lantas yang terjadi di wilayah Jalan Gusti Situt Mahmud dan Jalan Khatulistiwa yang berakibat fatal, kemarin belum satu minggu sudah ada tiga korban yang meninggal dunia yang secara mengenaskan,” katanya.

Berangkat dari maraknya laka lantas, warga Pontianak Utara membicarakan hal ini dan menghasilkan sebuah keputusan, untuk mengetuk pemerintah, dengan memasang spanduk, berupa larangan melintas di Jalan Gusti Situt Mahmud-Jalan Khatulistiwa untuk kendaraan roda enam atau lebih.

“Kita turun ke jalan, bukan dalam arti pencegatan, kita hanya membentangkan spanduk supaya pemerintah secepatnya membuat regulasi, membuat aturan pelarangan, supaya kendaraan besar itu tidak melintas di Jalan Gusti Situt Mahmud dan Jalan Khatulistiwa, persoalan kajian-kajiannya kita serahkan kepada Dishub, dengan Satlantas,” jelasnya.

“Bagi kami, yang harga mati itu kontainer dan fuso tidak boleh melintas di Jalan Gusti Situt Mahmud dan Jalan Khatulistiwa. Persoalannya apa, volume kendaraan cukup padat, ruas jalan kita kecil, sehingga tidak memungkinkan untuk dilewati kendaraan itu, dan lagi, kendaraan-kendaraan besar itu tidak bisa mengerem mendadak, mereka harus ada jalan,” lanjutnya.

Kemudian, Fauzie menuturkan, kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas masih rendah.

“Jujur kita akui bahwa kesadaran masyarakat di dalam menaati tata tertib berlalu lintas sangat rendah, maka kami juga kemarin dengan tokoh masyarakat, selepas tahun baru ini, akan melakukan aksi untuk membuat penyuluhan dan dengan dana swadaya masyarakat kita akan memasang rambu-rambu di Jalan Gusti Situt Mahmud,” tuturnya.

Ia menjelaskan, terkait pengaturan lalu lintas untuk kendaraan roda enam dan lebih yang melintas di Pontianak Utara, sebelumnya sudah dibahas di DPRD Kota Pontianak.

“Pada saat itu, kenapa tidak diarahkan ke Jalan 28 Oktober dan Jalan Budi Utomo, karena pada saat itu infrastruktur jalannya belum memadai, setelah itu Pemkot, lebih dari 40 milyar anggaran, untuk memperbaiki Jalan 28 Oktober, jembatan-jembatan juga sudah diperbaiki, seperti di Parwasal dan Parit Pangeran, jalan tersebut memang ukuran dan ketahanannya untuk kendaraan berat,” ucapnya.

Ia mengatakan, berdasarkan informasi dari Dishub sudah disampaikan kepada perusahaan-perusahaan untuk disampaikan kepada sopir, agar tidak melalui jalur tersebut.

“Tapi kenyataannya tidak juga dilakukan, aturan itu juga tidak disosialisasikan dan tidak disampaikan kepada pihak kepolisian, dan rambu-rambunya tidak ada, justru rambu-rambunya kemarin itu dipasang di Jalan 28 Oktober, supaya kendaraan dengan panjang 6 meter tidak bisa masuk ke sana, berartikan diarahkan ke sini (Jalan Gusti Situt Mahmud), setelah kita unggah di media sosial, baru kemarin sore dicopot,” ucapnya.

Dirinya berharap kendaraan dengan roda enam atau lebih melewati Jalan 28 Oktober dan Jalan Budi Utomo.

“Kita berharap cepat dilaksanakan pemerintah, saat ini kita masih persuasif, ingin mengetuk hati dari pemerintah, tapi misalnya tidak ada kejelasan, tidak menutup kemungkinan kita melakukan pencegatan,” pungkasnya.

(Sukardi/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR