Pasutri Tahanan Narkoba Polres Ketapang Kabur

Pasutri Tahanan Narkoba Polres Ketapang Kabur

BERBAGI
Foto : Ilustrasi tahanan kabur dari penjara/shutterstock

Ketapang, thetanjungpuratimes.com – Pasangan Suami Istri (Pasutri) Johansah alias Johan (29) dan Suharni alias Ani (23) yang menjadi tahanan kasus narkoba di Polsek Kendawangan, Polres Ketapang, dikabarkan melarikan diri, pada Minggu (24/12/2017) sore.

Warga Dusun Pangkalan Padang, Desa Air Tarap, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang itu kabur masih mengenakan pakaian tahanan.

“Tadi sore kami sedang main voli, lalu melihat sepasang laki-laki dan perempuan mengenakan pakaian tahanan Polres Ketapang lari ke semak belukar di sekitar pemukiman warga,” ujar salah seorang warga yang enggan namanya disebut.

Saat ini, petugas dan warga setempat tengah melakukan pencarian di sekitar lokasi yang di sebut-sebut milik Bupati Ketapang Martin Rantan.

“Kami juga sempat lihat mereka buang baju tahanan di semak-semak tak jauh dari lapangan voli,” tambah warga tersebut.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari kepolisian. Namun berdasarkan sumber internal kepolisian, penangkapan terhadap Johan dan Ani berawal dari informasi masyarakat bahwa terjadi penganiayaan berujung kematian terhadap seorang perempuan di daerah Lupuk, Selasa, 20 Desember 2017 sekira pukul 18.00 WIB. Mayat korban saat itu dibuang ke sungai.

Anggota Polsek Kendawangan yang mendapat informasi itu langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan. Hasilnya, yang diduga pelaku sudah diketahui.

Rabu, 21 Desember 2017 sekira pukul 10.00 WIB, tim gabungan personel Polsek Kendawangan, Polsek Marau dan Polsek Manis Mata melakukan pengecekan di rumah Johan yang diduga sebagai pelaku, di Dusun Pangkalan Padang. Di sana juga terdapat Ani, tak lain istri Johan.

Oleh tim gabungan, kemudian melakukan interogasi kepada Johan dan Ani terkait informasi penganiayaan disertai pembunuhan tersebut. Menurut keterangan keduanya, saat itu di daerah Lapuk terjadi pertengkaran antara mereka dan korban.

Tim gabungan kemudian melakukan penggeledahan di rumah Johan. Tim gabungan menemukan satu paket sabu beserta perangkat isapnya. Kepada petugas, Johan mengaku sabu tersebut dibeli bersama-sama Ani dengan Nurhayati alias Atik (20).

Setelah itu, Polsek Kendawangan, Polsek Marau dan Polsek Manis Mata melaksanakan konsolidasi dan disepakati bahwa Polsek Kendawangan dan Polsek Manis Mata yang akan melaksanakan pengembangan terkait pidana narkoba tersebut.

Rabu siang itu, tim gabungan dua Polsek ini langsung menuju rumah Atik di Dusun Pangkalan Tukang, Desa Danau Buntar. Disana, tim gabungan melakukan penggeledahan dan ditemukan sabu sebanyak 13 paket kecil dan sepaket besar.

Kemudian Johan, Ani dan Atik beserta saksi-saksi dibawa ke Polsek Kendawangan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Baik penganiayaan maupun tindak pidana narkotika.

Hingga berita ini diturunkan, kedua tahanan ini belum ditemukan.

(Rizar/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR