Graduation EFCT Bertabur Cultural Performances

Graduation EFCT Bertabur Cultural Performances

BERBAGI
Foto : Peserta pada Pelatihan Emerging Future Community Teacher (EFCT)/R

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Rangkaian pelatihan pada Emerging Future Community Teacher (EFCT) camp berakhir dengan persembahan berupa penampilan seni dan budaya dari para peserta. Secara berkelompok, peserta yang terdiri dari 40 anak muda penuh semangat ini unjuk beragam bakat seni yang mereka miliki di Aula UPT Bahasa Untan.

Pada EFCT camp pekan terakhir yang berlangsung pada Sabtu dan Minggu (23-24 Desember) tersebut, para peserta juga diberikan kesempatan untuk mengungkapkan apa yang telah mereka dapatkan untuk perkembangan personal dan profesional mereka selama pelatihan melalui sesi “Me in the Future” yang diwakili oleh 6 camper of the day yang telah dipilih oleh tim EFCT camp.

Sebelumnya, para peserta telah diberikan pembekalan selama empat pekan. Pembekalan tersebut antara lain praktek mengajar atau micro teaching untuk skill speaking dan listening. Selain itu, para peserta juga mendapat materi tentang teaching reading dan writing for young learners serta informasi beasiswa di Amerika dari para alumni Amerika Serikat. Tak sekedar ilmu di bidang pengajaran Bahasa Inggris, mereka juga diberikan berbagai games serta kegiatan outbound yang menyenangkan untuk melatih team work yang solid sekaligus melatih keterampilan berpikir kritis.

Robyn Stewart, English Language Fellow (ELF) dari Regional English Language Officer (RELO) U.S Embassy Jakarta pun turut andil memperkaya khazanah para peserta EFCT camp.

Kepala UPT Bahasa Untan sekaligus pimpinan projecf EFCT camp menyebutkan, camp yang telah berlangsung selama empat pekan ini akan diikuti dengan tindak lanjut berupa kontribusi positif dari para peserta untuk masyarakat.

“Setelah diberikan pelatihan oleh para ahli, para peserta yang terpilih akan terjun langsung ke teaching sites untuk mengajar bahasa Inggris ke komunitas-komunitas marginal di Pontianak,” ungkap Stella.

Selain itu, kata Stella setiap kelompok pun diberikan dana untuk menjalankan project program kelompok masing-masing. Dengan dana tersebut, mereka akan merancang beraneka program dan pengajaran bahasa Inggris selama kurang lebih satu tahun.

“Di akhir program, kami akan seleksi 4 peserta terbaik untuk dapat mengikuti seminar International di luar negeri, yang tujuannya untuk meningkatkan kapasitas mereka secara personal dan professional,” kata Stella.

Stella berharap, peserta yang telah melalui pelatihan dan lulus dari EFCT camp akan bersungguh-sungguh menjalankan misi yang mereka emban.

“Manfaat dari misi tersebut tentunya bukan hanya akan dirasakan untuk diri mereka pribadi, namun berdampak luas untuk orang-orang yang mereka bantu secara langsung. Bahkan, secara tak langsung, mereka telah membantu pemerintah untuk memberikan pendidikan yang baik pada masyarakat,” tutup Stella.

(R/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR