HNW Unggah Pakta Integritas Demiz, Amir: Jangan Cari-cari Alasan

HNW Unggah Pakta Integritas Demiz, Amir: Jangan Cari-cari Alasan

BERBAGI
Foto: Amir Syamsudin. [suara.com/Bowo Raharjo]

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Partai Demokrat tidak ingin persoalan PKS dengan Deddy Mizwar dibesar-besarkan. Demokrat sudah menerima keputusan PKS membatalkan untuk mengusung Deddy ke bursa pilkada Jawa Barat.

“Tapi saya pikir ini buat apa dibesar-besarkan lagi? PKS sudah tidak mau menjadi pasangan Deddy Mizwar, ini kan sudah selesai,” kata Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Amir Syamsudin, Senin (1/1).

Pernyataan Amir menanggapi cuitan Wakil Ketua Mejelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid di akun Twitter. Hidayat mengunggah sebuah salinan dokumen pakta integritas Deddy dan Demokrat.

Menurut Amir PKS tidak perlu lagi mencari-cari alasan kenapa partai yang diketuai Sohibul Iman batal usung Deddy.

“Alasannya itu jangan dicari-cari lagi karena tidak ada yang dipersalahkan dan tidak ada yang menyesalkan,” ujar Amir.

Amir merasa sikap Hidayat tersebut seakan-akan Deddy berada di posisi yang salah sehingga PKS melakukan pembatalan dukungan.

“Kalau sudah tidak mau ya jangan kemudian mempersalahkan kami lagi. Itu yang aneh jadinya. Kita kan sudah mengakui dan menghargai orang tersebut, partai tersebut untuk menentukan sendiri haknya,” tutur Amir.

Deddy yang sekarang masih menjabat wakil gubernur Jawa Barat menandatangani pakta integritas pada 2 Oktober 2017. Dia menyatakan kesiapan menjadi calon gubernur yang diusung Demokrat dengan memenuhi ketentuan sebagai berikut:

Satu, siap jadi anggota Partai Demokrat dan ditempatkan distruktur partai.

Dua, siap menjadi calon gubernur Jawa Barat di tahun 2018-2023 dan memenangkan serta menggerakkan mesin partai termasuk biayanya.

Tiga, siap menggerakkan mesin Partai untuk memenangkan calon presiden dan calon wakil presiden yang diusung oleh Partai Demokrat tahun 2019-2024.

Keempat, siap menerima arahan partai koalisi.

(Suara.com/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR