Fenomena Figur Madura di Pusaran Pilwako Pontianak, Ini Kata Pemuda Madura

Fenomena Figur Madura di Pusaran Pilwako Pontianak, Ini Kata Pemuda Madura

BERBAGI
Foto : Ilustrasi/Kurniadi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Fenomena figur Madura di pusaran Pemilihan Wali Kota Pontianak, turut memancing perhatian di berbagai kalangan, diantaranya dari kalangan para pemuda Madura.

“Sebagai pemuda Madura, saya tentu sangat mengapresiasi dengan banyaknya orang Madura menjadi Calon Wakil Wali Kota Pontianak. Ini membuktikan bahwa Madura juga peduli akan regenerasi kepemimpinan di tingkat daerah,” tutur Ahmad Fauzi, pemuda Madura yang pernah menjabat Sekretaris Komisariat Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) IAIN Pontianak, pada Sabtu (6/1).

Dirinya juga mengatakan, fenomena figur Madura pada Pilwako Pontianak, juga membuktikan bahwa masyarakat Madura di Kota Pontianak punya aspirasi yang harus diperjuangkan oleh para pemimpinnya, dengan munculnya para pemimpin dari kalangan Madura.

Pemuda Madura selanjutnya, Hasan Basri, yang aktif di organisasi kepemudaan Madura, yakni Laskar Sakera, mengatakan, banyaknya figur Madura yang terjun pada Pilwako Pontianak, menunjukkan bahwa kalangan masyarakat Madura di Pontianak khususnya, dalam dunia Politik sudah bisa memberi warna secara kualitas terhadap panggung perpolitikan di Kota Pontianak.

“Ini menjadi nilai positif bagi masyarakat Madura Pontianak khususnya dan Kalimantan Barat pada umumnya. Saya berharap, banyaknya kandidat yang muncul dari kalangan Madura di Pontianak ini, bisa menjadi contoh untuk daerah lain, supaya kalangan Madura termotivasi, khususnya anak-anak muda,” ucapnya.

Banyak prestasi masyarakat Madura di Kota Pontianak, di kancah perpolitikan dan pemerintah, dari kalangan Madura, Paryadi pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Pontianak, berpasangan dengan Sutarmidji pada periode pertama.

“Artinya, Paryadi ini menjadi ikon, bahwa anak muda Madura, bisa menjadi pemimpin di Kota Pontianak. Banyak pilihan pada Pilwako di kalangan masyarakat Madura, seleranya terserah masing-masing mau memilih siapa, jangan lanjut kepada permusuhan dan dendam pribadi, itu yang tidak boleh,” pungkasnya.

(Sukardi/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR