Figur Madura di Pusaran Pilwako Pontianak, Ini Kata Tokoh Masyarakat Madura

Figur Madura di Pusaran Pilwako Pontianak, Ini Kata Tokoh Masyarakat Madura

BERBAGI
Foto : Ilustrasi/Kurniadi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak  akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018 mendatang, di Kota Pontianak, telah muncul beberapa figur Calon Wakil Wali Kota Pontianak dari Suku Madura.

Tokoh Masyarakat Madura Kota Pontianak, Muhammad Fauzie, menuturkan, tidak ada masalah masyarakat Madura terjun di kancah perpolitikan, dalam hal ini pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak untuk periode 2018-2023.

“Di dalam demokrasi tidak masalah, karena setiap orang punya hak untuk dipilih dan memilih,” tuturnya, pada Sabtu (6/1).

Mantan Ketua Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) Kota Pontianak ini mengatakan, walupun sebenarnya pada tingkat masyarakat bawah berharap cukup satu kandidat saja dari Suku Madura yang maju.

“Namun demikian, saya secara pribadi berharap agar para kandidat lebih menawarkan visi dan misinya kepada masyarakat, ketimbang menonjolkan politik identitasnya. Demikian pula kepada masyarakat Madura, saya berharap cerdas dalam menentukan pilihan atas dasar visi dan misi,” ucapnya.

Muhammad Fauzie, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris IKBM Kalbar, berharap agar Pilkada 2018 tidak dijadikan pintu masuk untuk terjadinya perpecahan baik di internal maupun eksternal. Menurutnya, berbeda pilihan sudah biasa, tetapi kerukunan harus tetap terjaga.

Selain dirinya, Tokoh Masyarakat Madura di Kota Pontianak, yang menjabat sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kota Pontianak, Ahmad Faruki, mengatakan, tidak ada yang bisa menghambat hak politik seseorang.

“Banyaknya orang Madura yang maju jadi bakal calon Wakil Wali Kota Pontianak, saya menilai itu suatu hal yang biasa, karena tidak ada yang bisa mengatur dan menghambat hak politik seseorang, apakah itu pribadi Tokoh Madura atau organisasi paguyuban seperti IKBM  sekalipun, semua punya hak yang sama,” ucapnya.

Dirinya berharap, para kandidat calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak yang dinyatakan lolos oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), berkompetisilah dengan sehat, jangan sampai melakukan tindakan yang dapat menimbulkan perpecahan dan dapat memecah belah keutuhan bangsa yang selama ini telah terbina dengan baik.

“Jangan melakukan kampanye hitam dan yang melanggar aturan Pilkada lainnya. Ikutilah aturan yang ada, sesuai peraturan perundang-undangan  yang sudah ditentukan oleh KPU. Dan masing-masing calon dapat mengendalikan timnya, agar selalu mengedepankan keadaan yang kondusif di tengah-tengah masyarakat,” harapnya.

(Sukardi/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR