Awal Tahun 2018, Polres Kapuas Hulu Ungkap Dua Kasus Pencurian

Awal Tahun 2018, Polres Kapuas Hulu Ungkap Dua Kasus Pencurian

BERBAGI
Foto: Para tersangka kasus pencurian yang berhasil diungkap Polres Kapuas Hulu di awal Tahun 2018/Yohanes

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Pada awal tahun 2018 ini Polres Kapuas Hulu telah mengungkap dua kasus tindak pidana pencurian. Dua kasus pencurian tersebut adalah kasus pencurian mesin speedboat, dan kasus pencurian bahan bangunan.

Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Imam Riyadi mengatakan, untuk kasus pencurian mesin speedboat ada tiga tersangka yang berhasil diamankan. Pengamanan tiga tersangka dengan inisial EP, MA dan AJ tersebut berlangsung di kecamatan Suhaid.

“Jadi mereka ini mencuri mesin speed boat 115 FK merek Yamaha di garasi PLN Sejangkung kecamatan Sajingan, kabupaten Sambas,tanggal 6 dan 7 Januari lalu. Mereka bawa mesin tersebut dengan mobil sewaan ke kecamatan Suhaid, mereka pun ditangkap disana pada hari Senin (8/1), dirumah mertua EP di desa Madang Hulu, kecamatan Suhaid,” ungkap Imam, Selasa (9/1) pagi.

Ketiga tersang saat dilakukan penangkapan sempat mencoba lari ke kolam di belakang rumah mertua EP. Namun semuanya berhasil ditangkap petugas Kepolisian.

“Penangkapan itu dipimpin Ipda Deddy Komarudin, baru kemudian tersangka dibawa ke Polres Kapuas Hulu. Selanjutnya para tersangka akan dilimpahkan ke Polres Sambas, untuk proses hukum lebih lanjut,” tegas Kapolres.

Untuk pengungkapan pencurian bahan bangunan yang terjadi di Jalan Cempaka Kelurahan Putussibau Kota Kecamatan Putussibau Utara, kata Kapolres, ada lima tersangka yang diamankan. Kelimanya adalah MY, AB, AR, ME, AR.

“AR, AB, AB dan MY diamankan pada hari Senin (3/1), sedangkan ME dan AR ditangkap hari Jumat (5/1). Mereka diamankan dari rumah masing-masing,” tuturnya.

Kapolres mengatakan, para tersangka tersebut mencuri di gudang milik Djoni. Bahan-bahan yang mereka curi diantaranya 9 tong air ukuran 550 liter cap kuda terbang, semen tiga roda kurang lebih 350 sak, kayu balok jenis belian sebanyak 45 batang ukuran 9x9x2,70, seng jenis rocket 30 keping.

“Para pelaku melakukan pencurian mulai dari tahun 2016 hingga 2017, kerugian ditaksir sekitar Rp 70 juta,” ujar Kapolres.

Menurut Kapolres, ada penadah dari barang-barang hasil pencurian para tersangka tersebut. Kapolres menegaskan akan segera memproses penadah barang curian tersebut.

“Penadahnya ada nanti proses hukumnya secara terpisah,” ucapnya.

Ditegaskan Kapolres, untuk dua kasus pencurian yang terungkap, para tersangkanya dikenakan pasal 363 ayat (1) KUHP dengan kukumannya paling lama lima tahun penjara, dan denda paling banyak Rp60 juta,” tegasnya.

(Yohanes/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR