Bocah Diperkosa dan Dibunuh, Pakistan Dilanda Kerusuhan

Bocah Diperkosa dan Dibunuh, Pakistan Dilanda Kerusuhan

BERBAGI
Foto: Ilustrasi warga berkerumun menyaksikan puing-puing kendaraan dan bangunan di lokasi ledakan bom di wilayah Parachinar, Pakistan, Jumat (31/3/2017). [AFP]

Thetanjungpuratimes.com – Setidaknya dua orang tewas dan sejumlah lain terluka, menyusul protes yang merebak di Pakistan setelah ditemukan tubuh anak perempuan yang diperkosa dan dibunuh, Rabu (10/1).

Gadis berusia 8 tahun itu dilaporkan hilang di area Peerowala, kota Kasur. Jasadnya ditemukan di tempat pembuangan sampah pada Selasa malam, lapor stasiun televisi Express News yang dikutip Anadolu Agency, Kamis (11/1).

Berita itu disambut amarah penduduk setempat dan warganet yang menyampaikan kekesalan mereka atas ketidakpedulian pemerintah terhadap kasus-kasus pelecehan anak-anak di Pakistan.

Siaran televisi menampilkan massa menyerbu ke kantor polisi dan kantor wakil komisioner di Kasur, sambil membawa tongkat. Polisi terpaksa melepaskan tembakan untuk membubarkan demonstran.

“Dua orang tewas dan enam terluka dalam bentrokan itu,” kata polisi Junaid Khalid kepada Anadolu Agency.

Pemerintah provinsi Punjab memerintahkan agar polisi menahan mereka yang bertanggung jawab atas kericuhan.

“Kami meminta agar semua tenang. Jangan main hakim sendiri,” kata Rana Sanaullah, pejabat setempat.

Kepala Menteri provinsi Punjab Shehbaz Sharif mengecam kejadian tragis yang menimpa anak perempuan itu.

“Merasa sangat sedih atas pembunuhan gadis delapan tahun dalam kasus pelecehan. Komunitas yang tidak bisa melindungi anak-anak mereka benar-benar terkutuk. Kami akan memburu pelaku tindakan kejam ini tanpa istirahat dan memberikannya hukuman terberat di mata hukum,” cuitnya di Twitter.

Kepala pasukan tentara Pakistan Jenderal Qamar Javed Bajwa menawarkan “dukungan penuh kepada pejabat sipil untuk menangkap kriminal itu”, menurut sebuah cuitan Twitter akun resmi tentara Pakistan.

Pada 4 Januari lalu, keluarga korban melaporkan kepada polisi atas hilangnya gadis itu yang tidak pulang setelah kelas tafsir Quran.

Polisi mengatakan, jasadnya sudah diautopsi dan laporan awal memastikan adanya tindakan pemerkosaan.

Pada waktu kejadian, orang tua gadis itu berada di Arab Saudi untuk melakukan umrah namun sekarang sudah tiba kembali di Pakistan.

“Saya tidak ingin mengatakan apapun. Saya hanya ingin mendapatkan keadilan untuk anak saya,” kata ibu korban kepada wartawan di Bandara Benazir Bhutto di Islamabad.

Sebelumnya, kota Kasur pernah menghadapi skandal ketika ditemukan jaringan pedofil yang sudah menculik dan melecehkan setidaknya 280 anak-anak.

Kebanyakan dari korban mereka itu merupakan pria dewasa yang bungkam mengenai pengalaman pelecehan seksual itu selama bertahun-tahun.

(Suara.com/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR