BMKG : Curah Hujan Kalbar Cukup Tinggi Picu Banjir

BMKG : Curah Hujan Kalbar Cukup Tinggi Picu Banjir

BERBAGI
Foto : Jalan Prof Hadari Nawawi Universitas Tanjungpura yang tergenang air akibat hujan dengan intensitas cukup tinggi di Kota Pontianak/Sukardi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Telah terjadi hujan lebat di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat dua hari terakhir yakni 10 sampai 11 Januari 2018.

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak, Sutikno, mengatakan, kondisi tersebut karena adanya Siklon Tropis di Australia bernama TC JOYCE, sehingga mengakibatkan daerah pertemuan angin yang memanjang dari Sumatera, Kalimantan Barat hingga Laut Jawa.

“Massa udara dari Samudra Pasifik dan Samudra Hindia di sebelah barat Pulau Sumatera bertemu di sekitar Pulau Sumatera sampai Kalimantan Barat. Pola pertemuan angin itu menyebabkan pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Kalbar. Kelembaban udara yang tinggi juga mendukung proses pertumbuhan awan hujan,” katanya, Jumat (12/1).

Kondisi suhu muka laut yang hangat, yakni 28 sampai 29 derajat celcius, serta anomali suhu muka laut 0 sampaiĀ  0.5 derajat celcius yang artinya terdapat kenaikan nilai suhu muka laut hingga 0.5 derajat celcius dari kondisi normalnya di sepanjang perairan sebelah barat Kalbar, menjadikan proses pembentukan awan akan semakin meningkat.

Wilayah dengan hujan lebat dua hari terakhir ini diantaranya di Kabupaten Sambas, Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Landak, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Kayong Utara, dan Kabupaten Kapuas Hulu.

“Kejadian hujan sangat tinggi yaitu 212 mm terjadi di wilayah sekitar Stasiun Meteorologi Paloh Kabupaten Sambas pada tanggal 11 Januari 2017. Pada lokasi yang sama 1 hari sebelumnya juga terjadi hujan lebat 59 mm, sehingga jika diakumulasikan curah hujan di Paloh 2 hari terakhir ini 271 mm. Nilai yang cukup besar untuk memicu terjadinya banjir,” tuturnya.

BMKG Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak telah mengeluarkan peringatan dini harian pada tanggal 9 dan 10 Januari 2018 yaitu potensi hujan lebat yang bisa memicu terjadinya banjir di pesisir barat Kalimantan Barat pada tanggal 10 hingga 11 januari 2018. Selain itu juga mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrim 2 sampai 3 jam ke depan selama 3 hari terakhir.

Diperkirakan hari ini hingga besok, 12 sampai 13 Januari 2018, masih berpotensi hujan lebat diantaranya di Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Singkawang, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Ketapang dan sekitarnya.

“Masyarakat bisa mengetahui prakiraan cuaca dan peringatan dini cuaca melalui website bmkg.go.id pada menu cuaca, yang di dalamnya terdapat menu prakiraan cuaca, prospek cuaca harian, dan lain-lain. Selain itu informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini cuaca bisa diakses melalui aplikasi android atau ios Info BMKG,” pungkasnya.

(Sukardi/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY