Desa Sempalai, Tebas, Banjir

Desa Sempalai, Tebas, Banjir

BERBAGI
Foto : Desa Sempalai, Tebas, Banjir/Gindra

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Hujan deras yang mengguyur sejumlah tempat di kabupaten Sambas, masih menyisakan genangan air di dusun Durian, desa Sempalai, kecamatan Tebas, kabupaten Sambas.

Pekarangan sejumlah rumah di RT 5 dan RW 6 dusun Durian, masih di genangi air yang disebut oleh warga air kiriman.

Ketua RT 5 RW 3, Jamhuri, mengungkapkan, jika air mulai menggenangi halaman rumah mulai pukul 17.00 Wib.

“Bahkan pada malam hari terdapat beberapa rumah yang kemasukan air, seperti rumah yang berada di belakang rumah saya ini. Sempat dimasuki air walaupun sebentar, namun sekarang sudah surut. Mudah-mudahan saja tidak turun hujan lagi,” katanya, Jumat (12/1).

Walaupun air yang masuk kedalam rumah hanya sebentar, namun cukup merepotkan dan mengkhawatirkan.

“Repotnya tentu harus memindahkan barang ketempat yang lebih tinggi dan aman, apalagi jika ada anggota keluarga yang sakit tentu harus diutamakan. Sedangkan kekhawatiran kita takutnya ada binatang seperti ular yang masuk ke dalam rumah. Sehingga jika air mulai naik, itu yang selalu dikhawatirkan,” ungkap Jamhuri.

Dikemukakan oleh Jamhuri, tempat tinggalnya rentan digenangi air lantaran mendapatkan kiriman air dari tempat yang lebih tinggi seperti dari desa Seberkat.

“Air itu kan pasti turun ke tempat lebih rendah, tempat kita disini lebih rendah. Sehingga ketika air dari gunung turun menyusuri parit di desa Sempalai, dengan cepat air akan menggenangi permukiman kita, bahkan pernah di kita tidak namun karena disana hujan kita disini malah kebanjiran,” katanya.

Sementara lanjutnya, saluran air menuju sungai hanya satu aliran. Sehingga air dari beberapa tempat, tertahan karena dibendung oleh jalan.

“Sebelum jalan negara ditinggikan beberapa waktu lalu, air masih bisa merembes di beberapa titik di desa Sempalai melintas di atas jalan. Akan tetapi sekarang karena jalan sudah tinggi, satu-satunya saluran air menuju sungai hanya melalui parit yang terdapat di saluran air di samping pasar Sempalai itu,” terang Jamhuri.

Sementara Kepala desa Sempalai, kecamatan Tebas, Taufik Lukman, mengatakan, banjir kiriman yang menggenangi pekarangan rumah warganya tidak terlalu berdampak.

Ia juga menyampaikan, jika air tersebut merupakan air kiriman yang tertahan oleh jalan nasional yang membelah desa Sempalai.

“Hal ini dapat terlihat melalui genangan air, lantaran di seberang jalan tidak ada genangan airnya. Sedangkan disebelahnya air menggenangi pekarangan warga,” katanya.

Dikemukakan oleh Taufik Lukman, sudah ada upaya untuk membuat parit menembus jalan nasional tersebut. Namun menurutnya, upaya tersebut terbentur pada penggantian lahan milik warga yang terdampak pembuatan parit tersebut.

“Sudah pernah kita sampaikan kepada dinas PU terkait rencana tersebut, mereka menyatakan siap jika ada lahan untuk pembuatan parit tersebut,” jelasnya.

Sedangkan terkait dampak banjir yang dialami, disebutkan oleh Kades jika yang terendam hanya bagian luar rumah saja.

“Kalau dilihat memang seperti terendam tetapi airnya tidak masuk hingga kedalam rumah,” ucapnya.

(Gindra/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR