SAR Sintete Siaga Hadapi Banjir

SAR Sintete Siaga Hadapi Banjir

BERBAGI
Foto : Pos SAR Sintete/Gindra

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Koordinator Pos Search and Rescue (SAR) Sintete, Rudiansyah, menegaskan, pihaknya selalu dalam siaga 24 jam terhadap ancaman bencana banjir khususnya di beberapa daerah di kabupaten Sambas.

“Kita pada dasarnya selalu siaga, termasuk terhadap ancaman banjir yang bisa kapan saja terjadi,” ujar Rudiansyah, Jumat (12/1).

Siaga petugas SAR pos Sintete menurutnya bukan hanya terhadap bencana banjir.

“Seperti beberapa hari lalu, kita telah melakukan pencarian dan penyelamatan terhadap awak kapal ikan yang jatuh di muara Pemangkat. Alhamdulillah satu orang awak kapal tersebut selamat,” katanya.

Diceritakan awak kapal ikan tersebut awalnya tidak diketahui terjatuh di muara Pemangkat, baru setelah tiba di tujuan diketahui salah seorang awak kapal hilang.

“Atas dasar itu kemudian dilaporkan ke kita, dicek kebenaran informasi tersebut. Kemudian dilakukan pencarian, awak kapal tersebut berhasil ditemukan setelah sempat diselamatkan oleh kapal ikan lainnya,” terang Rudiansyah.

Rudiansyah menjelaskan, selain kesiapan dilakukan di internal pihaknya juga tetap terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam menangani bencana alam atau pun kecelakaan.

“Kami tidak bekerja sendiri namun bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk masyarakat,” sebutnya.

Pos SAR Sintete mempunyai sarana di darat dan di air, yakni untuk sarana di air mempunyai beberapa kendaraan yang bisa menjangkau beberapa wilayah hingga ke perhuluan sungai.

“Sedangkan sarana di darat terdapat kendaraan roda enam, roda empat hingga roda dua dengan peralatan yang mendukung,” tuturnya.

Wilayah operasi Pos SAR Sintete diungkapkan, tidak hanya dalam wilayah Kabupaten Sambas namun juga meliputi Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang.

“Setiap ada kejadian bencana masyarakat juga dapat memberikan informasi kepada Pos SAR Sintete. Hal itu akan langsung kita tindak lanjuti,” katanya.

Daerah yang rawan banjir di Kabupaten Sambas meliputi Kecamatan Selakau, Sebawi, Sajad, Sejangkung, Sajingan Besar, Tebas serta dan Kecamatan Subah.

Sementara menyikapi kondisi cuaca yang mudah berubah, Rudiansyah meminta nelayan untuk selalu waspada.

“Sebelum mencari nafkah kelaut, barangkali harus dipastikan sarana keselamatan terdapat di dalam kapal. Mulai dari life jacket, pelampung atau minimal jerigen,” ucapnya.

Selalu ikuti perkembangan cuaca lanjutnya, sehingga bisa diketahui kondisi cuaca dalam beberapa jam atau beberapa hari kedepan.

(Gindra/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR