Conte dan Wenger Soroti Penerapan Sistem VAR

Conte dan Wenger Soroti Penerapan Sistem VAR

BERBAGI
Foto: Manajer Chelsea Antonio Conte (tengah) bertegur sapa dengan manajer Arsenal Arsene Wenger [AFP]

Thetanjungpuratimes.com – Manajer Chelsea Antonio Conte dan sejawatnya di Arsenal Arsene Wenger mempertanyakan aspek-aspek sistem Video Asisten Wasit (VAR) setelah teknologi itu digunakan saat kedua tim bermain imbang tanpa gol di ajang Piala Liga pada Kamis (11/1).

Sistem ini meninjau dua keputusan penalti, masing-masing satu untuk tiap klub, pada pertandingan semifinal leg pertama di mana wasit Martin Atkinson dan asisten VAR Neil Swarbick menyetujui bahwa kedua insiden itu tidak menghasilkan penalti.

Conte mengatakan dirinya “positif” terhadap teknologi baru namun dibuat frustrasi dengan kurangnya masa tambahan waktu pada akhir babak kedua untuk mengakomodasi penundaan-penundaan yang disebabkan VAR dan sejumlah cedera.

“Bagi saya, merupakan suatu kekecewaan mengenai (tidak cukupnya) masa tambahan waktu,” kata pria Italia itu kepada Sky Sports.

“Pada babak kedua, dokter masuk ke lapangan sebanyak dua kali dan wasit menghentikan (permainan) untuk VAR, maka Anda harus memberi lebih banyak menit pada masa tambahan waktu.”

“Di Italia, terkadang tambahan waktu dapat tujuh (menit), delapan atau sembilan (menit).”
Pemain Chelsea Eden Hazard menanduk bola ke arah rekannya saat berhadapan dengan Arsenal [AFP]
Wenger mempertanyakan penundaan antara insiden dan tinjauan VAR setelah permohonan penalti kedua, menyusul tekel Danny Welbeck terhadap Cesc Fabregas di kotak penalti, yang ditolak wasit Atkinson namun ditinjau ulang setelah beberapa menit.

“Hanya ada dua peluang bagi mereka untuk diintervensi, yang pertama langsung karena bola keluar,” kata Wenger setelah pertandingan.
Pemain Arsenal Alexis Sanchez menggiring bola saat berhadapan dengan Chelsea di ajang Piala Liga [AFP]
“Namun yang kedua bagi saya itu akan terlihat sedikit aneh… Jika wasit tidak pasti mungkin ia semestinya langsung membloknya.”

“Jika tidak ada penalti, Anda memberikannya ke tim yang bertahan, karena sebagai contoh terlihat sedikit aneh untuk diteruskan selama dua menit dan kemudian dihentikan kembali… Anda tidak dapat langsung mengintervensinya. Ini membuat frustrasi.”

Sistem VAR diuji coba untuk kedua kalinya di sepak bola Inggris setelah cukup sukses diterapkan pada pertandingan Piala FA antara Crystal Palace dan Brighton and Hove Albion.

Ketua eksekutif FA Martin Glenn sebelumnya mendukung teknologi ini untuk diterapkan permanen pada pertandingan Inggris dengan keputusan nyata, namun implementasinya belum tercapai.

(Ant/Suara.com/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY