11 Desa di Dua Kecamatan di Sekadau Terendam Banjir

11 Desa di Dua Kecamatan di Sekadau Terendam Banjir

BERBAGI
Foto: Kondisi air di Sekadau/Yahya

Sekadau, thetanjungpuratimes.com – Hujan deras yang mengguyur menyebabkan sejumlah tempat terendam banjir. Bahkan, banjir menggenangi dua kecamatan, yaitu Nanga Mahap dan Nanga Taman, pada Minggu (14/1).

Salah seorang warga, Agus menuturkan, banjir menggenangi Dusun Tanjung, Desa Nanga Mahap, Kecamatan Nanga Mahap lantaran air sungai yang meluap. Ia mengatakan, banjir menggenangi wilayah tersebut sejak dini hari.

“Biasanya kalau sudah hujan deras apalagi lama, pasti banjir. Ini ketinggian air sudah mencapai 1,5 meter, tapi belum ada rumah warga yang terendam,” ujarnya singkat.

Camat Nanga Mahap, Hermanto menuturkan, hujan yang terus mengguyur membuat beberapa desa di Mahap terendam banjir. Meski aktivitas masyarakat tetap seperti biasanya, namun banjir yang terjadi itu sedikit terganggu aktivitas warga.

Kondisi air, kata Hermanto, masih bertahan dan biasanya akan surut pada sore hari. Namun, tidak menutup kemungkinan jika hujan terus mengguyur ketinggian air akan naik.

“Apalagi Mahap diapit dua sungai yang besar, yaitu Sungai Mahap dan Sungai Sekadau,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau, Akhmad Suryadi menuturkan, berdasarkan data sedikitnya dua kecamatan terendam banjir, masing-masing Nanga Mahap dan Nanga Taman. Dari dua kecamatan tersebut, sebanyak 11 desa yang terkena dampak banjir.

“Kecamatan Nanga Mahap ada enam desa, diantaranya Nanga Mahap, Batu Pahat, Lembah Beringin, Tembesuk, Teluk Kebau dan Landau Kumpai. Sedangkan Kecamatan Nanga Taman, Desa Nanga Koman, Nanga Mongko, Nanga Engkulun, Nanga Kiungkang dan Nanga Mentukak,” bebernya.

Ia mengatakan, sedikitnya 71 rumah warga terendam banjir. Jumlah rumah warga yang terendam banjir itu terjadi sebagian besar berada di Kecamatan Nanga Mahap dengan ketinggian air rata-rata 30 hingga 100 sentimeter.

“Sedangkan rumah warga dua kecamatan yang terdampak banjir mencapai 639 dengan 683 kepala keluarga,” ucapnya.

Untuk itu, Akhmad mengimbau masyarakat, terutama di daerah yang rawan banjir untuk waspada dan berhati-hati, terutama banjir kiriman. Pihaknya, kata dia, terus memonitoring lokasi-lokasi yang terendam banjir seperti saat ini.

“Antisipasi terus dilakukan, jika memang ketinggian air naik dan bila masyarakat perlu diungsikan akan diungsikan. Kami terus monitor terutama daerah yang rawan banjir,” pungkasnya.

(Yahya/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY