Kepala Daerah ‘Nyalon’ di Pilgub Kalbar: Presiden Mahasiswa Poltesa Kecewa

Kepala Daerah ‘Nyalon’ di Pilgub Kalbar: Presiden Mahasiswa Poltesa Kecewa

BERBAGI
Foto: Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Sambas (Poltesa), Pahmi Ardi/Istimewa

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Sambas (Poltesa), Pahmi Ardi mengaku kecewa lantaran melihat adanya beberapa pasangan bakal calon yang maju sebagai calon gubernur Kalimantan Barat, sedangkan bakal calon itu sampai saat ini masih menjabat sebagai kepala daerah, bahkan ada calon yang baru beberapa waktu dilantik menjadi kepala daerah juga yang juga turut maju.

“Munculnya kepala daerah yang ikut bertarung di Pilgub Kalbar 2018 dapat dirasakan oleh masyarakat tentang tekad, dan pengabdiannya terhadap daerah yang dipimpinnya, serta konsistennya untuk menjadi calon gubernur tersebut,” ungkapnya, Minggu (14/1).

Menurutnya, hal seperti itu bisa menjadi refleksi sendiri secara bersama, namun dirinya berharap dalam ajang pemilihan gubernur ini si calon yang masih menjabat sebagai kepala daerah tidak menunjukkan ego kekuasaanya, namun lebih lebih pengabdian untuk membangun Kalimantan Barat ke arah yang lebih baik.

Dikatakannya, dengan berakhirnya masa pendaftaran calon gubernur provinsi Kalimantan Barat kian menjadi perhatian bagi semua kalangan masyarakat Kalbar.

“Ternyata sudah fix empat pasang calon yang akan maju, sebagai calon gubernur Kalimantan Barat. Teka-teka untuk itu, sudah tidak lagi menjadi sebuah pertanyaan,” ujarnya.

Ditegaskan oleh Pahmi, jika Kalbar membutuhkan pemimpin yang dapat membawa perubahan, yang tulus mengabdi untuk membangun Kalbar ke arah perubahan. Bukanya pemimpin yang ego untuk diri sendiri, kelompok, keluarga, dan partai politik yang mengusungnya,” tegasnya

Selain itu dirinya berharap, agar pemilihan gubernur kali ini tidak ada unsur balck campaign dari masing-masing calon gubernur yang akan maju dalam pemilihan gubernur tersebut.

“Kami dari mahasiswa sangat berharap agar dalam pemilu ini. Kalbar itu menjadi contoh daerah pemilu yang bersih, tidak ada muatan black campaign atau kampanye hitam di dalamnya,” pintanya.

(Gindra/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY