Dinkes Kapuas Hulu: 2017 Ada 385 Kasus DBD

Dinkes Kapuas Hulu: 2017 Ada 385 Kasus DBD

BERBAGI
Foto: Suhardiyanto, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kapuas Hulu/Yohanes

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Status Kejadian Luar Biasa atas kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kapuas Hulu belum dicabut Pemerintah setempat. Dinas Kesehatan Kapuas Hulu mencatat ada 385 sepanjang tahun 2017.

“Kalau DBD dari Januari hingga akhir tahun 2017 ada 385 kasus. Dari jumlah itu ada dua orang meninggal,” kata Suhardiyanto, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kapuas Hulu, Rabu (17/1).

Pria yang karib disapa Yanto ini menjelaskan, korban DBD meninggal karena keterlambatan korban mendapat upaya pengobatan, karena pihak keluarga yang bersangkutan tidak segera membawa korban ke RSUD Putussibau.

“Ini faktor keterlambatan penanganan dari keluarga ke petugas kesehatan.
Kalau yang lain bisa aman karena cepat ditangani petugas kesehatan,” tuturnya.

Kasus DBD paling banyak di Putussibau Utara, kedua Putussibau Selatan. KLB DBD memang belum dicabut.

“Penanganan DBD tetap masih sama. Gerakan satu rumah satu jumantik lagi bergerak dari petugas puskesmas. Foging tetap, barusan kami lakukan di Bunut Hulu, Bunut Hilir dan Bunut Tengah serta Siawan, lokasi itu yang ditemukan kasus DBD,” tuturnya. .

Yanto menjelaskan, untuk tahun 2018 ada dua kasus DBD dari putus utara. Dari grafik yang ada DBD memang menurun.

“Ini setiap minggu menurun,” paparnya.

(Yohanes/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR