Polres Sambas Amankan 250 Tabung Elpiji Tiga Kilogram di Tanah Hitam

Polres Sambas Amankan 250 Tabung Elpiji Tiga Kilogram di Tanah Hitam

BERBAGI
Foto: Barang bukti diamankan Polres Sambas/Istimewa

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Dalam rangka mewujudkan zero illegal di wilayahnya, Polres Sambas telah melakukan pengungkapan kasus Pengangkutan dan Niaga tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram tanpa izin sebanyak 250.

Penanganan dilakukan, berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / 22 / I/Polda Kalbar /Res Sambas tanggal 22 Januari 2018 tentang Tindak Pidana Minyak dan Gas Bumi.

Kapolres Sambas AKBP Cahyo Hadiprabowo melalui Kasat Reskrim Polres Sambas AKP Raden Real Mahendra mengungkapkan pihaknya telah berhasil mengamankan 250 tabung gas ukuran tiga kilogram beserta terlapor.

“Pengungkapan dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat, akan adanya distribusi gas elpiji tiga kilogram,” ujarnya, Selasa (23/1).

Disebutkan jika pengungkapan dilakukan pada Senin (22/1) sekira pukul 14.30 WIB di lokasi di jalan lingkar kecamatan Sambas.

“Awalnya kita mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada satu unit mobil kijang, jenis pick up warna hitam yang diduga membawa tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram tanpa ijin,” katanya.

Kemudian  petugas melakukan penyelidikan lanjutnya. Dengan menemukan mobil yang dimaksud melintas di jalan Lingkar Kecamatan Sambas.

“Petugas memberhentikan mobil tersebut, untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan terhadap muatan pada bak belakang mobil tersebut. Hasil pemeriksaan ditemukan tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram subsidi yang tanpa dilengkapi ijin pengangkutan dan niaga,” terang Kasat Reskrim.

Kemudian terlapor yang juga supir pickup berinisial AL (23), dengan alamat dusun Peria RT 002 RW 001 desa Tanah Hitam Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas, serta barang bukti berupa 250 tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram tanpa ada segel plastik tipis pada penutup tabung. Di bawa ke Polres Sambas untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Pasal yang dipersangkakan terhadap terlapor, Pasal 55 Jo Pasal 53 huruf (b) dan (d)  UU RI No. 22 tahun 2001 tentang minyak dan Gas Bumi,” ucap Kasat Reskrim.

(Gindra/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR