PA 212 Ingin PDIP Dikalahkan di Pilkada dan Pemilu

PA 212 Ingin PDIP Dikalahkan di Pilkada dan Pemilu

BERBAGI
Foto : Persaudaraan 212 atau Alumni Gerakan 212 saat konferensi pers di Masjid Al Ittihad Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (27-1-2018)/Suara.com-Nikolas Tolen

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Kelompok atas nama Persaudaraan Alumni 212 menuding Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai ‘biang kerok’ permasalahan di Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum PA 212, Slamet Maarif, saat konferensi pers terkait arah dukungan politik mereka pada momen pilkada tahun 2018 dan pemilihan umum tahun 2019, di Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (27/1/2018).

“Ada satu partai yang menurut kami menjadi target utama kami untuk ditinggalkan, karena bagi kami partai tersebut biang kerok dari persoalan bangsa dan negara ini. Dia adalah partai yang sedang berkuasa saat ini,” kata Slamet.

Karena dianggap sebagai ‘aktor’ dari persoalan bangsa, maka Slamet menegaskan bahwa PA 212 tidak akan memilih siapa pun calon yang diusung oleh parpol yang dipimpin Megawati Soekarnoputri tersebut. Dia pun meminta anggotanya agar PDIP dikalahkan dalam pilkada dan pemilu nanti.

“Maka, siapa pun yang diusung oleh partai tersebut, bergabung dengan siapa partai tersebut, maka kami akan sarankan, kami akan perjuangkan agar calon oleh partai tersebut untuk bisa dikalahkan di Pilkada 2018,” katanya.

Selain Slamet, anggota Dewan Penasihat PA 212, Eggy Sudjana, juga menyatakan hal senada. Kembali mengungkit Pilgub DKI Jakarta yang telah usai pada 2017 lalu, Eggy menyebut bahwa pihaknya tidak akan mendukung partai yang saat itu mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.

“Itu jelas amanahnya Habib (Rizieq Shihab). Asumsi (bahwa) ada yang menyusupi itu sudah terjadi. Seperti di Sumsel terpecah, dan di Jawa Timur terpecah. Sehingga itulah perlunya Habib di sini. Kalau di luar negeri malah macam-macam lah,” kata Eggy.

(suara.com/muh)

TIDAK ADA KOMENTAR