Warga Bisa Memilih di Pilkada 2018 dengan Menggunakan Suket

Warga Bisa Memilih di Pilkada 2018 dengan Menggunakan Suket

BERBAGI
Foto: Ilustrasi Pilkada/Rimanews.com

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Komisiner KPU Kapuas Hulu, Ahmad Yani mengatakan, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun ini masyarakat yang belum memiliki e-KTP tetap bisa mencoblos dengan menggunakan Surat Keterangan (Suket) dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kapuas Hulu.

“Suket tersebut akan dicocokan dengan Kartu Keluarganya oleh petugas,” ucapnya, Rabu (31/1).

Yani menjelaskan, e-KTP dan suket dapat digunakan untuk memilih apabila pemilih yang bersangkutan tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada 2018. Suket merupakan pengganti e-KTP bagi warga yang sudah merekam data, tetapi belum memiliki blanko e-KTP tersebut.

“Pengguna e-KTP dan surat keterangan harus melampirkan kartu keluarga dan menunjukkan kepada petugas. Jadi, selain surat keterangan dan e-KTP, mereka harus menunjukkan kartu keluarga asli,” ujarnya.

Menurutnya, kartu keluarga digunakan untuk menghindari adanya pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang memalsukan e-KTP atau Suket untuk memilih.

“Ini diharapkan untuk memastikan bahwa pengguna hak pilih yang menggunakan KTP dan surat keterangan itu memang real warga di situ, real warga Kapuas Hulu, bukan warga yang dimobilisasi dari tempat lain,” ungkapnya.

Cara lainnya yang dilakukan untuk menghindari pemalsuan e-KTP dan suket adalah dengan merekrut Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang berdomisili di lingkungan TPS tersebut. Dengan begitu, KPPS akan mengenali para pemilih di TPS tersebut.

“Ini karena pemilih tersebut adalah yang beralamat disekitar TPS. Namun, mungkin semuanya tidak mengenal individu per individu, maka kemudian digunakan kartu keluarga karena pembuatan KTP, pembuatan surat keterangan itu basis datanya yang ada di dalam kartu keluarga,” tuntasnya.

(Yohanes/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR