Pendiri Kohati Hadiri LKK HMI Cabang Pontianak

Pendiri Kohati Hadiri LKK HMI Cabang Pontianak

BERBAGI
Foto: Salah satu pendiri Korps HMI-Wati (Kohati), Bunda Ida Ismail Nasution bersama Kohati dan peserta Latihan Khusus Kohati (LKK) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pontianak/Istimewa

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Salah satu pendiri Korps HMI-Wati
(Kohati), Bunda Ida Ismail Nasution hadir sebagai pemateri dalam kegiatan Latihan Khusus Kohati (LKK) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pontianak, yang berlangsung di Aula Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalbar, Rabu (31/1).

Dalam materinya, salah satu pendiri KOHATI tersebut, memaparkan sejarah perjuangan mereka di awal berdirinya KOHATI di tengah-tengah pergolakan Indonesia pada waktu itu.

“Kohati bukan dibentuk untuk satuan melawan PKI. Itu merupakan sejarah yang salah dan tidak dapat dibenarkan, karena Kohati lahir setelah PKI dibubarkan,” tuturnya.

Dikatakan juga, peran perempuan hanya dianggap sebagai pelengkap kehidupan semata, perempuan hanya dianggap sebagai budak yang harus menurut kata suami dan diam di dapur tanpa didengar aspirasinya pernyataannya maupun ide-idenya.

“Ruang gerak perempuan terbatas. Mereka tidak mengetahui bagaimana keadaan dunia luar yang akan menunggu mereka dan permasalahan-permasalahan yang mungkin saja dapat terpecahkan oleh ide-ide wanita yang cerdas dan dianggap sebelah mata oleh kaum lelaki ini,” tuturnya.

“Hal ini yang menjadi dasar permasalahan kita bahwa banyaknya jumlah perempuan produktif Indonesia menjadi tantangan tersendiri mengenai dibutuhkannya keterlibatan dalam peran aktif perempuan dalam pembangunan,” tambahnya.

Menurutnya, upaya mendorong kepemimpinan dan keterlibatan peran perempuan diharapkan dapat memberikan kontribusi peran perempuan di Indonesia di segala aspek kehidupan, perlindungan hukum, kesetaraan gender, meningkatnya peran perempuan dalam mengambil keputusan, dan peningkatan pendidikan perempuan tentunya akan berdampak besar karena kesadaran muncul dari Individu sampai ke negara.

Riri Kamiati sebagai Ketua Umum Kohati HMI Cabang Pontianak menuturkan bahwa Kohati yang merupakan bagian dari badan semi otonom HMI itu sendiri peduli terhadap isu-isu keperempuanan.

“Kohati peduli terhadap nasib perempuan dan kualitas perempuan, maka dari itu pihaknya menyelenggarakan kegiatan ini,” ujarnya.

Setelah penyampaian materi selesai, salah satu pendiri Kohati ini juga mengunjungi sekretariat HMI Cabang Pontianak untuk melaksanakan salat gerhana di masjid An-Nur HMI Cabang Pontianak.

(R/Sukardi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR