Alami Depresi, Putra Fidel Castro Bunuh Diri

Alami Depresi, Putra Fidel Castro Bunuh Diri

BERBAGI
Foto: Fidel Ángel Castro Diaz-Balart.Rimaews.com

Thetanjungpuratimes.com – Putra sulung pemimpin revolusi Kuba Fidel Castro, Fidel  Ángel Castro Diaz-Balart atau akrab disapa Fidelito tewas bunuh diri pada usia 68 tahun. Pria itu mengakhiri hidupnya pada Kamis (1/2) pagi waktu setempat setelah dirawat berbulan-bulan karena mengalami depresi.

Fidelito sebelumnya dirawat di rumah sakit akibat depresi. Kemudian perawatan dilanjutkan dengan berobat jalan. Castro Diaz-Balart dipanggil “Fidelito” karena sangat mirip dengan ayahnya.

“Castro Diaz-Balart, yang telah ditangani oleh sekelompok dokter selama beberapa bulan karena keadaan depresi berat, melakukan bunuh diri pagi ini,” demikian disampaikan media pemerintah Kuba seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (2/2).

Sekilas perjalanan hidup Fidelito

Fidelito dilahirkan tahun 1949 dari pernikahan singkat ayahnya dengan Mirta Diaz-Balart (1948-1955). Castro menceraikan Mirta saat berada di pengasingan.

Pernikahan singkat itu dilakukan sebelum sang ayah menggulingkan diktator yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) dan membangun negara komunis itu di bawah bayang-bayang ancaman AS pada Perang Dingin.

Setelah perceraian, pengadilan menetapkan hak asuh berada pada Mirta. Akan tetapi, Castro menculik Fidelito saat anak ini mengunjunginya di Meksiko, sebelum kembali ke Kuba.

Dari keluarga ibunya, Fidelito termasuk sosok yang dimusuhi. Beberapa sepupu yang memusuhinya adalah Mario Diaz Balart yang merupakan orang kepercayaan AS serta mantan anggota kongres AS, Lincoln Diaz Balart.

Sebagai seorang fisikawan nuklir yang menimba ilmu di Uni Soviet, Fidelito bekerja sebagai penasihat ilmiah di Dewan Negara Kuba dan menjadi Wakil Presiden Akademi Ilmu Pengetahuan hingga saat kematiannya.

Sebelumnya, dari 1980 hingga 1992, Fidelito merupakan kepala program nuklir nasional Kuba, dan menjadi sosok yang memelopori pengembangan fasilitas energi nuklir di pulau terbesar di Karibia tersebut sampai ayahnya memecatnya.

Kuba menghentikan rencana pengembangan energi nuklir pada tahun yang sama karena kekurangan dana sebagai imbas dari memburuknya hubungan perdagangan dengan negara-negara bekas pecahan Uni Soviet. Sejak itu Fidel Castro Diaz Balart lebih sering menghilang dari publik dan hanya sesekali muncul pada acara konferensi ilmiah.

Fidel Castro Diaz Balart bunuh diri lebih dari setahun setelah ayahnya meninggal pada 26 November 2016 di usia 90 tahun.

(Rimanews.com/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR