Gerbang Tani Kalbar Ajak Pemuda Pelopori Tanam Pohon

Gerbang Tani Kalbar Ajak Pemuda Pelopori Tanam Pohon

BERBAGI
Foto : Kegiatan penanaman pohon yang dilaksanakan Forum Pemuda Madani dan GP Anshor Ranting Mekar Sari dihadiri Kepala BPDASHL Kapuas dan Ketua DPW Gerbang Tani Kalbar/R

Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com – Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan (Gerbang Tani) Kalimantan Barat, Heri Mustari, mengajak pemuda menjadi yang terdepan dalam upaya mengatasi perubahan iklim dengan menanam pohon.

“Satu pohon berjuta kehidupan, saya mengajak pemuda menjadi pelopor dalam menanam pohon untuk mengatasi perubahan iklim,” ujarnya usai menghadiri kegiatan tanam pohon yang dilaksanakan Forum Pemuda Madani dan GP Anshor Ranting Mekar Sari, di Dusun Madani, Desa Mekar Sari Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (4/2).

Selain Heri Mustari, SP, turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Kapuas, Arief Setiyo Utomo, S.Hut. M.For.SC bersama jajarannya, perangkat desa setempat dan puluhan warga yang hadir untuk menerima pembagian bibit yang diinisiasi Forum Pemuda Madani dan GP Anshor Mekar Sari ini.

Dalam kegiatan itu, aneka bibit yang diperoleh secara gratis dari Persemaian Permanen yang dikelola BPDASHL Kapuas tersebut terdiri dari Mahoni, Trembesi, Sengon, Jengkol, Petai dan Durian.

Menurut Along Heri, begitu dia karib disapa, menanam pohon apa saja tentunya akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat karena selain menghasilkan oksigen, pohon dan buahnya juga bisa memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Seperti jengkol, dulu mungkin nilai ekonomisnya kurang, tetapi sekarang Jengkol dari Kalbar banyak dikirim ke Jakarta daerah lainnya dan harganya lumayan tinggi,” ujarnya.

Selain itu, untuk pohon yang diambil kayunya seperti sengon dan mahoni, sekarang nilai ekonomisnya juga mulai tinggi dan layak dikembangkan.

“Makin lama harga kayu makin mahal, bayangkan tujuh tahun mendatang, ketika kayu dari hutan alam mulai habis, maka kayu budidaya inilah yang menjadi penggantinya dan tingkat konsumsinya setiap tahun juga makin meningkat seiring pertumbuhan penduduk,” imbuhnya.

Dapat Pahala

Kepala BPDASHL Kapuas, Arief Setiyo Utomo, S.Hut. M.For.SC ketika memberikan motivasi kepada pemuda dalam sambutannya mengatakan dalam Islam, menanam pohon akan mendapatkan ganjaran pahala.

“Ada hadist-nya, pohon menghasilkan oksigen, bisa jadi tempat orang berteduh, bisa dinikmati semua makhluk hidup di sekitarnya. Artinya semua itu bermanfaat dan bisa mendapat pahala walaupun yang menanam sudah meninggal dunia,” kata dia.

Menurutnya, akar pohon mampu menyerap dan menahan air ketika hujan sehingga bisa mencegah longsor dan banjir, karena kalau tidak ada pohon akan terjadi limpasan air di permukaan tanah.

“Tidak ada yang menahan air sehingga dengan mudah terjadi longsor maupun banjir, seperti beberapa daerah yang terjadi longsor, itu salah satu penyebabnya karena kurangnya pepohonan,” ujarnya.

Menurut dia, menanam pohon juga bisa memberikan keuntungan secara ekonomi karena ada buah yang bisa dikonsumsi dan kayu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sementara, ketua panitia kegiatan, Muhammad Syafei, senang bisa bersama-sama melakukan gerakan menanam pohon di dusun mereka dan berterima kasih karena telah mendapatkan bantuan bibit.

“Kami senang bisa berbagi dengan masyarakat dan terima kasih atas bantuan yang diberikan,” ujarnya.

Ketua GP Anshor Ranting Mekar Sari, Syaiful Alam, mengatakan, ini langkah awal dari para pemuda di desanya untuk memulai aktivitas bercocok  tanam termasuk menanam pohon.

“InsyaAllah, dipinggir jalan akan kami tanami pohon peneduh, begitu juga lahan-lahan kosong dan bibit juga dibagikan ke warga agar warga ikut bersemangat untuk menanam pohon di pekarangan masing masing,” ujarnya.

Usai acara seremonial, dilanjutkan dengan kegiatan menanam pohon yang dimulai oleh kepala BPDASHL bersama Ketua DPW Gerbang Tani dan Sekretaris Desa. Selanjutnya warga yang hadir langsung mengambil bibit yang diperlukan untuk ditanam di pekarangan mereka.

(R/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR