Proses Sertifikat Halal Memakan Waktu Satu Hingga Dua Bulan

Proses Sertifikat Halal Memakan Waktu Satu Hingga Dua Bulan

BERBAGI
Foto: Ketua II MUI Kapuas Hulu, Zainudin/Istimewa

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Sertifikat halal merupakan sertifikat yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) bagi produk-produk yang telah melalui serangkaian pemeriksaan kehalalan, mutu dan gizi. Sertifikat ini menjadi takaran produk yang aman untuk menjadi konsumsi masyarakat.

Pengurus MUI Kabupaten Kapuas Hulu belum lama ini telah menyerahkan sertifikat tersebut untuk enam asosiasi periau yang ada di Bumi Uncak Kapuas.

Ketua II MUI Kapuas Hulu, Zainudin, S.Ag menuturkan, proses sertifikat tersebut cukup memakan waktu.

“Pembuatan sertifikat halal itu memang memakan waktu satu hingga dua bulan. Tujuannya untuk memberi kepastian bahwa produk tidak sekdar halal, tetapi ada mutu dan gizi. Sehingga ada keyakinan dari umat (Muslim) bahwa produk tersebut aman dikonsumsi,” ucapnya, Senin (5/2).

MUI Kapuas Hulu, kata Zainudin, membuka tangan bagi produsen makan yang ingin mengurus sertifikat halal tersebut. Supaya dapat mempermudah pemasaran produk yang bersangkutan.

“Kami akan memproses apabila ada pemilik produk yang minta disertifikasikan. Sebab tidak serta merta MUI datang sendiri mengusulkan proses tersebut,” terangnya.

Dengan diberikannya sertifikat halal, katanya bukan berarti produk tersebut halal selamanya. Untuk memastikan ke halalan produk terkait, MUI akan melakukan pemeriksaan ulang.

“Ini biasanya dua tahun sekali diperiksa ulang. Bukan berarti sekaliterbit selamanya halal,” tuntas Zainudin.

(Yohanes/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY