Studi: Migrain Tingkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular

Studi: Migrain Tingkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular

BERBAGI
Foto: Ilustrasi Migrain. [Shutterstock]

Thetanjungpuratimes.com – Bagi setiap orang, sakit kepala merupakan penyakit yang sangat mengganggu. Pasalnya, kondisi ini kerap terjadi disaat yang paling tidak tepat dan mengurangi konsentrasi. Penyebab terjadinya pun bermacam-macam.

Namun, ada satu jenis sakit kepala yang sangat mengganggu dan itu adalah migrain. Migrain membuat seseorang merasa kepalanya seperti dibelah dan dapat berlangsung dalam waktu berjam-jam.

Dikutip dari Zee News, Minggu (4/2), saat ini, para peneliti menemukan adanya hubungan antara migrain dengan kesehatan kardiovaskular.

Mereka mengatakan bahwa orang-orang yang menderita migrain memiliki risiko tinggi terkena serangan jantung, stroke, pembekuan darah dan denyut jantung tidak teratur.

“Meskipun risiko absolut sangat rendah, namun temuan tersebut menunjukkan bahwa migrain harus dianggap sebagai faktor risiko yang kuat dan terus-menerus untuk kebanyakan penyakit kardiovaskular pada lelaki dan perempuan”, kata peneliti dari Aarhus University Hospital di Denmark dan Stanford University di Amerika Serikat.

Hubungan migrain dengan risiko penyakit kardiovaskular dapat dikaitkan dengan meningkatnya penggunaan obat anti-inflamasi oleh pasien yang menderita gangguan sakit kepala.

Obat anti-inflamasi, kata peneliti, terkait dengan peningkatan risiko masalah jantung. Sementara imobilisasi yang terkait dengan serangan migrain adalah alasan di balik peningkatan risiko masalah gumpalan darah.

Untuk penelitian ini, tim peneliti membandingkan data lebih dari 51.000 orang di Denmark yang telah didiagnosis menderita migrain dan data lebih dari 510.000 orang Denmark yang bebas migrain selama periode 19 tahun dari 1995 hingga 2013.

Meskipun hubungan antara migrain, stroke dan serangan jantung sudah ditemukan jauh sebelumnya, penelitian ini juga menunjukkan bahwa migrain terkait dengan masalah pembekuan darah dan denyut jantung tidak teratur.

Sebagai contoh, untuk setiap 1.000 pasien migrain, 25 pasien migrain mengalami serangan jantung dan hanya 17 dari kelompok bebas migrain yang terkena serangan jantung.

Selain itu, 45 pasien migrain memiliki stroke iskemik atau pembekuan darah di otak dan hanya 25 pasien bebas migrain yang mengalami kondisi serupa.

(Suara.com/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR