DO Mahasiswa yang Tak Selesai Kuliah Dalam Tujuh Tahun, Paris: Perlu Dipertimbangkan

DO Mahasiswa yang Tak Selesai Kuliah Dalam Tujuh Tahun, Paris: Perlu Dipertimbangkan

BERBAGI
Foto: Paristiyanti saat memberi penjelasan tentang Penomoran Ijazah Nasional/Bangun

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa), Dr Ir Paristiyanti mengatakan bahwa keputusan Drop Out (DO) bila tidak menyelesaikan tujuh tahun untuk masa kuliah S1 seharusnya dipertimbangkan.

“Seharusnya masa kuliah ini tidak mesti maksmial tujuh tahun. Karena banyak hal mengapa mahasiswa bisa telat menyelesaikan kuliah. Jadi ini perlu dipertimbangkan lagi,” ucapnya saat kegiatan Sosialisasi Penomoran Ijazah Nasional (PIN) di gedung Rektorat lantai III, Rabu (7/2).

Namun, bila mahasiswa memang bermasalah, seperti narkoba, kriminalitas dan hal-hal buruk lainnya, maka wajib dikeluarkan.

Paris juga berharap bahwa Universitas Tanjungpura bisa dijadikan percontohan central learning (pusat pembelajaran) wilayah Kalimantan. Ini dilakukan sebagai langkah revolusi agar bisa bersaing dengan wilayah lain, bahkan ke negara lain.

“Tingkat kelulusan kita masih berkutat di angka 31 persen, sedangkan di Korea Selatan saja sudah sampai tingkat 90 persen. Malaysia sendiri sudah diangka 60 persen,” ungkapnya.

(Bangun/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR