Ini Tujuan Sosialisasi PIN dan Sivil di Untan

Ini Tujuan Sosialisasi PIN dan Sivil di Untan

BERBAGI
Foto: Dr Ir Paristiyanti Nurwardani MP/Sukardi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Universitas Tanjungpura (Untan) menggelar sosialisasi Penomoran Ijazah Nasional (PIN) dan Sistem Verifikasi Ijazah Elektronik (Sivil), dan workshop pangkalan data pendidikan tinggi. Kegiatan itu berlangsung di lantai III gedung Rektorat Universitas Tanjungpura (Untan) pada Rabu (7/2).

Sosialisasi ini dihadiri Dr Ir Paristiyanti Nurwardani MP dan Didi Rustam dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Reset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti), serta diikuti oleh 135 peserta dari civitas akademika Untan.

Kegiatan itu merupakan upaya Kemenristekdikti untuk mensosialisasikan PIN dan Sivil kepada perguruan tinggi agar lebih memahami dan terampil dalam penggunaan PIN dan Sivil dalam proses akademik di kampus.

Direktur Pembelajaran Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Dr Ir Paristiyanti Nurwardani MP, mengatakan PIN sudah dimulai disosialisasikan sejak 2016, tetapi belum semua perguruan tinggi yang langsung bisa mengimplementasikannya.

“Namun sejak 2016 hingga 2017 sudah banyak perguruan tinggi yang merasa penting punya Penomoran Ijazah Nasional, tetapi nanti akan kami wajibkan, seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta yang berjumlah 4500 perguruan tinggi di seluruh Indonesia tahun 2020 diharapkan sudah bisa menerapkan PIN,” tuturnya.

Dirinya mengatakan, PIN bertujuan untuk melakukan monitoring proses pembelajaran agar sesuai standar nasional pendidikan tinggi.

“Jadi sejak mahasiswa diseleksi masuk semester satu sampai dengan semester delapan, untuk mahasiswa S1 kemudian melakukan pengiriman karya ilmiah, itu bisa dilakukan melalui proses yang benar, dengan standar nasional pendidikan tinggi. Dengan proses yang benar, tentu kita akan mempunyai lulusan yang kompetitif,” ujarnya.

Selain itu, PIN merupakan nomor unik yang hanya dimiliki oleh satu lulusan di seluruh dunia, karena tidak ada lagi yang bisa menyamainya. Oleh sebab itu, dengan PIN ini akan mencegah pemalsuan Ijazah.

“Harapan saya dengan PIN Sivil ini adalah kita belajar menghargai proses pembelajaran yang baik, sehingga kita bisa mempunyai lulusan yang baik, kita ingin memiliki lulusan di Indonesia yang kompetitif di tingkat nasional, regional Asean, maupun global,” harapnya.

(Sukardi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR