Pemkab Kapuas Hulu Buka Seleksi untuk Kedokteran

Pemkab Kapuas Hulu Buka Seleksi untuk Kedokteran

BERBAGI
Foto: Kasubag Kesejahteraan Sosial pada Bagian Kesra Setda Kapuas Hulu, Muhamad Ridwan/Yohanes

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Saat ini Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) pada Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu masih mengencarkan sosialisasi penerimaan kedokteran yang pembiayaan sekolahnya ditanggung Pemerintah. Sosialisasi tersebut dilakukan ke 120 Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Kapuas Hulu.

“Ini khusus untuk sekolah-sekolah yang punya jurusan Mia (Matematika Ilmu Pengetahuan Alam),” kata Muhamad Ridwan, Kasubag Kesejahteraan Sosial pada Bagian Kesra Setda Kapuas Hulu, Rabu (7/2).

Seleksi penerimaan kedokteran ini, kata Ridwan dilakukan secara berjenjang. Pertama di masing-masing sekolah, dimana murid berprestasi yang masuk 10 besar diseleksi dan diambil 5 orang terbaik untuk diajukan ke kabupaten.

Pada tingkat kabupaten akan ditentukan 15 orang yang kemudian dikirim lagi untuk seleksi terakhir di fakultas kedokteran Universitas Tanjungpura Pontianak, dari seleksi terakhir hanya ada 5 orang yang diterima kuliah di universitas kedokteran tersebut.

“Tes ini tidak memandang anak pejabat atau siapa-siapa, suku agamanya. Walau dia anak orang mampu, mau bayar kami biar diterima, mohon maaf tidak akan kami terima,” tegasnya.

Seleksi kedokteran ini biasanya sebelum Ujian Nasional SMA. Kemungkinan bulan maret ini dilaksanakan seleksi tingkat kabupaten.

“Kalau sudah lulus dari seleksi kabupaten, kita tetap arahkan mereka yang lulus tersebut agar ikut bimbingan belajar. Persiapan bimbel ini dilakukan masing-masing orang tua murid supaya di tes akhir di fakultas kedokteran mendapat hasil yang baik,” papar Ridwan.

Untuk sekolah kedokteran ini, kata Ridwan sudah ada Surat Keputusan Bupatinya, programnya sampai tahun 2021. Para mahasiwa hasil seleksi yang diterima difakultas kedokteran ini, akan dibiayai Pemkab Kapuas Hulu.

“Mereka dibiayai mulai dari uang semester, buku wajib, uang praktek serta koas, peralatan kuliah dan lain-lain,” ujarnya.

Pendidikan bagi setiap mahasiswa yang disekolahkan Pemkab dibatasi, maksimal hingga tujuh tahun masa pendidikan, karena kalau lebih dari tujuh tahun biasanya Drop Out (DO).

“Kalau sampai DO orang bersangkutan harus mengembalikan dana sesuai dengan dana yang sudah dikeluarkan Pemkab Kapuas Hulu untuk menyekolahkan yang bersangkutan. Sebab satu semester itu Rp 170an juta biaya sekolah kedokteran tersebut,” tuturnya.

Dalam penyekolahan dokter ini, Pemerintah tetap selektif, karena yang dipilih adalah yang pintar, mampu dan mau serius sekolahnya. Penyekolahan dokter ini awalnya dari 2005 hingga 2011. Baru dilanjut tahun 2016 sampai sekarang. Kurang lebih 8 tahun program ini berjalan.

“Sejauh ini sudah ada 29 orang yang disekolahkan di jurusan kedokteran. Mereka yang selesai sebelas orang dan sudah bertugas di Kapuas Hulu, mereka ditempatkan di kecamatan dan rumah sakit. Kekurangan tenaga medis di Kapuas Hulu menjadi latar belakang program ini terus berjalan,” tuntasnya.

(Yohanes/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR