Meski Dikecam, BKSDA sebut Pentas Lumba-Lumba Sudah Berizin

Meski Dikecam, BKSDA sebut Pentas Lumba-Lumba Sudah Berizin

BERBAGI
Foto: Foto: Pemaparan rencana pentas lumba-lumba dan aneka satwa oleh penyelenggara di BKSDA Kalbar/Sukardi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Penyelenggaraan pentas Lumba-Lumba yang direncanakan berlangsung di Paradis-Q Water Park Kubu Raya, pada 15 Februari 2018 mendatang ditentang oleh Yayasan Titian Lestari, yang menyebutkan pertujukan tersebut merupakan tindakan eksploitasi.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar menyatakan penyelenggara dari event tersebut, yakni Taman Impian Jaya Ancol, merupakan salah satu lembaga konservasi yang memiliki izin untuk menyelenggarakan peragaan hewan, termasuk hewan-hewan yang dilindungi.

“Sesuai dengan aturan yang ada, yakni Permenhut nomor 40 tahun 2012, yang mengatur tentang peragaan hewan, di dalamnya mengatur seluruh regulasi, teknis hingga syarat yang harus dipenuhi oleh lembaga konservasi untuk menggelar peragaan hewan. Dan, yang diperbolehkan untuk menggelar peragaan hewan itu, yakni lembaga konservasi dan Ancol merupakan lembaga konservasi,” ucap kepala BKSDA Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanta, Jumat (9/2) sore.

Sementara itu, salah satu penyelenggara dari Taman Impian Jaya Ancol, Tatang, menjelaskan pihaknya sudah mengetahui adanya penolakan dari penyelenggaraan pertunjukan hewan tersebut. Namun pihaknya tetap akan menyelenggarakan pertunjukan, karena sudah memenuhi syarat-syarat yang ada di Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK) RI.

“Pasti ada pro dan kontranya, terlebih kegiatan ini dianggap sebagai eksploitasi hewan dan erat kaitannya dengan bisnis. Namun kami sudah lengkapi semua syarat maupun perizinan yang ada, termasuk dengan kesejahteraan hewan,” tuturnya.

“Dipungutnya biaya sendiri memang untuk keperluan bisnis. Namun hal itu dilakukan untuk hewan, mulai dari makanan, perawatan, dan lainnya. Kami juga yakinkan bahwa semua yang kami lakukan telah memenuhi prosedur dan perundang-undangan,” tegasnya.

Kemudian, Dokter Hewan dari Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar, Abdul Manaf Mustafa, mengatakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang karantina, pihak penyelenggara pentas Lumba-Lumba sudah memiliki ketentuan dan masuk dari pintu resmi. Kemudian berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 juncto Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang kesehatan hewan juga tidak ada masalah.

“Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2016 dan Peraturan Gubernur Nomor 141 Tahun 2017 yang mengatur tentang rekomendasi, sudah saya teliti dengan seksama, dokumen-dokumennya sudah lengkap, kecuali ada satu yang perlu dilengkapi, tetapi itu tidak terlalu prinsip, yakni rekomendasi dari dinas yang ada di Kubu Raya,” jelasnya.

Dalam kegiatan peragaan hewan yang diselenggarakan oleh Taman Impian Jaya Ancol itu, pihak penyelenggara akan membawa tiga jenis hewan, diantaranya dua ekor lumba-lumba, satu ekor singa laut, dan dua ekor berang-berang.

(Sukardi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR