Operasi Panah Kapuas 2018, Polres Sambas Ungkap 17 Kasus

Operasi Panah Kapuas 2018, Polres Sambas Ungkap 17 Kasus

BERBAGI
Foto: Sejumlah barang saat Operasi Panah Kapuas di Polres Sambas/Gindra

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Dalam Operasi Panah Kapuas 2018 yang dilakukan selama 17 hari, sejak 22 Januari hingga 7 Februari 2018. Polres Sambas telah berhasil mengungkap 17 kasus yang terdiri dari 14 kasus pencurian dengan pemberatan dan 3 kasus pencurian biasa.

Kapolres Sambas AKBP Cahyo Hadiprabowo melalui Kasat Reskrim Polres Sambas AKP Raden Real Mahendra mengungkapkan, dari 17 kasus yang diungkapkan tersebut, berhasil menjaring 18 tersangka pelaku tindak kejahatan tersebut.

“Untuk penanganan 17 kasus dengan 18 tersangka tersebut, telah ditangani oleh polres Sambas dan beberapa polsek, terdiri dari ditangani polres Sambas 6 kasus, Polsek Sambas 4 kasus, polsek Tebas 4 kasus, polsek pemangkat 2 kasus serta polsek Selakau 1 kasus,” ujar Raden Real Mahendra, Jumat (9/2).

Dikemukakannya, tindak pencurian yang paling menonjol, yang ditangani adalah pencurian sarang burung walet.

Dikatakan dari 14 kasus pencurian dengan pemberatan, 7 kasus merupakan pencurian terhadap sarang burung walet di beberapa tempat.

“Pelaku merupakan komplotan yang sama, namun dalam aksinya ditempat yang berbeda,” ucapnya.

Untuk penanganan kasus pencurian sarang burung walet lanjut Kasat Reskrim, dilakukan dengan menangkap 6 orang tersangka.

“Mereka masing-masing berinisial NZ, BKF, MD, HL, EP, AA dan 5 orang masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Untuk tersangka berinisial AA, merupakan penadah hasil curian sarang burung walet. Yang bersangkutan juga mempunyai usaha rumah sarana burung walet, namun karena membeli sarang burung walet hasil curian juga ditetapkan sebagai tersangka,” jelasnya.

Kelompok ini disebutkan oleh Kasat Reskrim selama tahun 2017, telah melakukan aksi tersebut lebih dari 20 Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dalam Operasi Panah 2018, Kasat Reskrim turut mengungkapkan jika pihaknya berhasil mengungkapkan 1 kasus pencurian sparepart alat berat eksavator.

“Dalam kasus tersebut ditetapkan 4 orang tersangka dengan inisial WH, SN, RA, AD. Dengan TKP di desa Lubuk Dagang kecamatan Sambas, juga telah dilakukan penangkapan terhadap 2 orang DPO yang dicari sejak awal tahun 2017, dengan berhasil mengamankan NZ dan K,” paparnya

(Gindra/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY