Gunakan Pohon Kelapa, Warga Perbatasan Perbaiki Jembatan

Gunakan Pohon Kelapa, Warga Perbatasan Perbaiki Jembatan

BERBAGI
Foto : Kondisi jembatan yang diperbaiki warga/Gindra

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Kepala Desa Nibung, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Mayadi, mengungkapkan, untuk menghindari terjadinya kecelakaan akibat salah satu jembatan yang rusak di desanya pihaknya bersama dengan masyarakat, serta anggota Polsek dipimpin oleh Kapolsek Paloh dan anggota Koramil Paloh, kembali memperbaiki jembatan tersebut secara swadaya, dengan peralatan seadanya, sehingga kondisi jembatan tersebut lebih baik dari sebelumnya.

“Sejak tahun sebelumnya jembatan ini sudah pernah disuarakan agar segera diperbaiki dengan anggaran pemerintah, namun selalu diabaikan hingga saat ini,” ujar Mayadi, pada Sabtu (10/2).

Sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dirinya berharap agar ada perhatian dari pemerintah.

“Mohon kepada Bupati dan DPRD Kabupaten Sambas, untuk segera menyampaikan dan mendorong Pemprov Kalbar untuk segera memperbaiki jembatan yang merupakan jalur primer penghubung daerah perbatasan dan merupakan bagian dari Sambas,” harapnya.

Ia menegaskan, pihaknya hanya bisa mendorong dan menunggu pembangunan jembatan tersebut.

“Sambil menunggu, tentunya kita tetap berusaha agar jembatan dapat berfungsi dan digunakan masyarakat,” katanya.

Darmawan, warga kecamatan Paloh lainnya, turut menyampaikan jika jembatan desa Nibung tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Walaupun menurutnya, pengendara jalan harus tetap berhati-hati ketika melintas di atas jembatan Nibung kecamatan Paloh tersebut.

“Jembatan desa Nibung yang berbatasan dengan Desa Malek, sekarang sudah bisa dilewati oleh kendaraan. Lebih baik dari sebelumnya, alhamdulillah kegiatan karya bakti perbaikan jembatan yang sudah direncanakan 2 bulan sebelumnya. Akhirnya dapat terlaksana juga kemarin,” katanya.

Perbaikan jembatan selain dilakukan oleh Kades Desa Nibung beserta staf, juga dibantu oleh Danramil 05 Paloh beserta jajarannya, Kapolsek Paloh beserta jajarannya dan masyarakat sekitar. Turut juga dilakukan para pengguna jalan yang kebetulan melintas, ketika dilakukan gotong royong perbaikan jembatan tersebut.

“Lubang yang menganga di atas jembatan ditutup, dengan teknik sebelumnya dialas menggunakan batang kelapa. Kemudian setelah dianggap pondasi jembatan sudah kuat, baru di timbun dengan batu. Kemudian bagian atas jembatan di lapisi dengan besi plat,” terang Darmawan.

Dikemukakannya, setelah di lakukan perbaikan, kondisi jembatan sudah lebih baik dari sebelumnya. Namun demikian, keberadaan jembatan tersebut masih rawan kecelakaan dan membahayakan.

“Itu lantaran terdapat bagian tiang penyangga jembatan yang sudah patah. Tentunya diminta bagi para pengendara harus tetap waspada. Terutama kendaraan dengan beban yang berat, seperti truk bermuatan yang melebihi kapasitas ketahanan jembatan saat ini,” katanya.

Semua pihak menurut Darmawan, sangat berharap pembangunan jembatan ini segera di lakukan. Tentu katanya, dengan konstruksi yang berkualitas sehingga bisa tahan lama.

“Pembangunan diharapkan dapat menyesuaikan, mengingat daerah perbatasan ini sudah mulai banyak aktivitas kendaraan. Bahkan tronton yang membawa alat berat juga menggunakan jalur ini,” katanya.

(Gindra/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR