Duterte Minta AS dan Kanada Jangan Dikte Filipina

Duterte Minta AS dan Kanada Jangan Dikte Filipina

BERBAGI
Foto: Presiden Filipina Rodrigo Duterte.(Shutterstock)

Thetanjungpuratimes.com – Presiden Filipina Rodrigo Duterte, minta AS dan Kanada tidak lagi mendikte Filipina. Filipina sudah berdaulat dan tahu apa yang harus dilakukan untuk mengatasi ancaman kejahatan teroris di dalam negeri.

“Tidak perlu membeli lagi dari Kanada dan AS karena akan selalu ada syarat yang melekat,” katanya, merujuk pada batalnya pembelian 16 unit helikopter Kanada.

“Saya akan perintahkan angkatan bersenjata untuk membatalkan kesepakatan dengan Kanada. Tidak perlu dilanjutkan lagi. Kita akan mencari pemasok lain,” kata Duterte.

Sebelumnya, Jumat (9/2/2018), Kanada mengumumkan pembatalan kontrak pembelian 16 unit helikopter Bell 412EPI kepada Filipina setelah Perdana Menteri Justin Trudeau memerintahkan dilakukannya ‘peninjauan kembali’.

Filipina dan Kanada, awal pekan lalu, mengumumkan kesepakatan pembelian 16 unit helikopter itu, senilai 12 miliar peso (sekitar Rp 3,1 triliun) yang akan dikirim dalam jangka waktu 9 bulan.

Kanada membatalkan kontrak kesepakatan setelah pernyataan Departemen Pertahanan Filipina menyebut helikopter akan digunakan untuk penguatan melawan ancaman teroris dan pemberontak.

Pemerintah Kanada mengaku khawatir helikopter yang mereka jual akan digunakan untuk melawan rakyat Filipina.

Trudeau mengehendaki dilakukannya peninjauan kembali terkait masalah hak asasi manusia. Terlebih dengan adanya catatan dari Pengadilan Pidana Internasional terhadap Duterte yang diduga melakukan pembunuhan massal ribuan tersangka kasus narkoba di Filipina.

Sikap Duterte agak melunak, Ahad (11/2/2018) dengan mengatakan, dia menghormati keputusan Kanada, tetapi dirinya tidak dapat menampik jika angkatan udara Filipina akan menggunakan helikopter tersebut untuk melawan pemberontak dan teroris.

“Jika saya tidak bisa menggunakan helikopter itu, maka saya mungkin juga akan menyerahkan pemerintah ini kepada mereka,” ujar Duterte, merujuk pada pemberontak.

(Suarakarya.id/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY