Pangdam XII Tanjungpura Hadiri Panen Raya di Tebas

Pangdam XII Tanjungpura Hadiri Panen Raya di Tebas

BERBAGI
Foto: Kegiatan panen raya di Tebas yang dihadiri oleh Panglima Kodam XII Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriadi/Gindra

Sambas, thetanjungpuratimes.com –  Pangdam XII Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriadi menghadiri panen raya yang digelar oleh Gabungan kelompok tani Mekar Bersatu desa Tebas Sungai kecamatan Tebas kabupaten Sambas Selasa (12/2).

Panen raya juga turut dihadiri oleh Sekretaris Badan PPSDMP kementerian pertanian Surachman Suwandi, Danrem 121 ABW, Brigjend TNI Bambang Ismawan serta Dandim 1202 Singkawang Letkol Inf Abdul Rahman. Wakil Bupati Sambas Hairiah, juga turut hadir bersama dengan Kapolres Sambas AKBP Cahyo Hadiprabowo.

Pangdam menegaskan suatu wilayah atau negara, akan kuat apabila memiliki ketahanan pangan yang baik. Ketahanan pangan menurut Panglima merupakan salah satu syarat mutlak untuk menjaga kestabilan suatu negara atau wilayah.

“Salah satu syarat mutlak untuk stabilitas sebuah negara adalah ketahanan pangan. Panen di Kecamatan Tebas kabupaten Sambas ini, merupakan wujud bagaimana kita menuju untuk ketahanan pangan,” katanya.

Dikemukakan jika ketahanan pangan ini, merupakan hasil dari kerjasama atau integrasi semua sektor baik TNI, pemerintah dan petani itu sendiri.

“Ketahanan pangan atau swasembada pangan ini, bisa berhasil jika ada kerja sama setiap lini masyarakat baik TNI, Pemerintah, petani dan unsur-unsur lainya. Kami dari TNI, tetap akan melakukan pendampingan kepada masyarakat atau petani melalui babinsa yang berada di desa-desa. Kita juga melakukan pendampingan terhadap pendistribusian pertanian,” ucapnya.

Pemerintah juga lanjutnya, sangat berperan penting dalam mensukseskan ketahanan pangan. Menuju swasembada pangan, dengan tenaga penyuluh pertanian yang terjun langsung untuk memberikan pengetahuan kepada petani.

“Kita dan pemerintah akan terus mendorong, agar petani untuk selalu semangat untuk menjadikan daerah kabupaten Sambas, Kalbar bahkan Indonesia supaya program swasembada pangan bisa sukses,” katanya.

Sementara Surachman Suwandi, Sekretaris Badan PPSDMP kementerian pertanian Republik Indonesia, sangat mengapresiasi atas apa yang dilakukan oleh petani khususnya dikecamatan Tebas kabupaten Sambas, juga apresiasi terhadap penyuluh pertanian serta Babinsa yang telah mendukung peningkatan hasil pertanian. Apresiasi tersebut atas keberhasilan petani yang tergabung dalam Gapoktan, dalam meningkatkan hasil pertanian para petani.

“Kita sudah melihat ternyata hasilnya luar biasa dengan teknologi Hazton, karena terknologi hazton ini memiliki keraifan lokal,” ujar Surachman Suwandi, Selasa (12/2).

Dikatakan pihaknya dari pemerintah pusat tetap mendukung, berupa pemberian alsintan maupun alsin paska panen.

“Alhamdulilah Perum Bulog langsung menyerap hasil panen, berapa saja bisa diserap oleh Bulog. Itu barangkali kebanggaan kita,” katanya.

Dikemukakan oleh Surachman, untuk memberi dukungan kepada petani agar hasil pertanian terus mengalami peningkatan. Pihaknya akan terus bekerjasama dengan TNI.

“Kami akan terus kerjasama dengan TNI, akan kita lanjutkan. Kemudian dengan stakeholder lainya, dan tentu kita akan suport dengan pendampingan oleh Babinsa dan penyuluh pertanian. Jadi sebagaimana kita bersama ditingkat lapangan,” katanya.

Keberhasilan upaya khusus (Upsus) menurut Surachman, sangat ditentukan oleh penyuluh dan Babinsa.

“Bagaimana penyuluh dan Babinsa melakukan gerak tanam serempak, bagaimana panen serempak, bagaimana mengendalikan hama. Juga bagaimana mengamankan, agar distribusi sarana dan prasarana termasuk juga benih juga aman. Peran semuanya merupakan peran sinergisme yang harus kita bangun terus menerus kita, akan lanjutkan,” tegasnya.

Harapan terhadap petani disebutkan oleh Surachman agar dilanjutkan program yang sudah berhasil meningkatkan hasil pertanian.

“Tentunya kegiatan produksi hazton ini, dapat dilanjutkan oleh petani, hal yang menjadi kendala kita sempurnakan. Antara lain, bagaimana petani juga membangun kelembagaan ekonomi petani,” jelasnya.

Diingatkannya, jangan sampai kelompok tani tidak berkembang gara-gara kelembagaan petani.

“Kelompok bisa terus berkembang menjadi gapoktan, seterusnya Gapoktan berkembanga menjadi kelembagaan ekonomi petani,” ucapnya.

Menurutnya, jika kelembagaan ekonomi petani, sangat banyak ragamnya selain dari koperasi.

“Mungkin juga kalau petaninya mandiri, bisa menjadi pengusaha. Itu harapan kami, kita dorong kelembagaannya maju. Sehingga program upsus ini juga, dari aspek budi daya bisa baik. Paska panen, juga ada yang menangani hal ini,” paparnya.

Sementara kepada penyuluh pertanian berharap agar penyuluh terus melakukan yang terbaik kepada petani.

“Lakukan pendampinhgan pada saat tanam, pendampingan pada saat panen, pendampingan pada saat introduksi teknologi ini yang terpenting bersama dengan BPTP,” harapnya.

Sedangkan kepala UPT Dinas Pertanian kecamatan Tebas, Suliati menyebutkkan jika Teknologi hazton merupakan program yang telah meningkatkan hasil pertanian.

“Bahkan disini, kami pernah mengadakan pengujian. Pernah menghasilkan 12 ton dengan menggunakan pupuk nonsubsidi, kemudian dengan perlaukan petani, kalau petaninya sudah maju bisa menembus 8 ton secara real, bukan hanya ubinan. Kenyataaan 1,5 ton perborong, kemudian dengan petani yang biasa-biasa, bisa mencapai 4 sampai 6 ton perhektar. Hazton tetap disukai disini,” katanya.

(Gindra/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR