LPPKAM Diskusi Mengenai Penelitian Ilmiah dengan Jajaran Rektorat Untan

LPPKAM Diskusi Mengenai Penelitian Ilmiah dengan Jajaran Rektorat Untan

BERBAGI
Foto : Koordinator Penyusun Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat Untan, Yohana S. Kusuma Dewi, memberi penjelasan di Ruang Rapat Rektor/Bangun

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tanjungpura (LPPKM Untan) mengadakan pertemuan dengan jajaran Rektorat membahas rencana dan strategi penelitian bagi para dosen yang ingin melakukan penelitian ilmiah di ruang rapat Rektor, pada Rabu (14/2/2018).

Menurut Koordinator Penyusun, Yohana S. Kusuma Dewi, ada 11 bidang yang bisa diunggulkan.

“Sayangnya, menurut aturan yang berlaku, batas maksimal untuk bidang-bidang penelitian hanya empat bidang saja,” ucapnya.

Bidang pertama yaitu ketahanan dan keamanan pangan, kedua yaitu ketahanan energi dan rekayasa, ketiga kesehatan, penyakit tropis dan obat-obatan serta terakhir yaitu sosial humaniora, seni budaya dan pendidikan.

“Untuk bidang kesehatan, penyakit tropis dan obat-obatan, kita masih kekurangan tenaga dari farmasi,” ujarnya.

Bagi para dosen yang sudah kerja keras namun penelitiannya ditolak, akan diberi pertimbangan lagi.

“Bidang penelitian mengacu pada bidang unggulan yang sesuai dengan Renstra Penelitian dan RIP LPPKM Untan,” kata Yohana.

Dosen Pertanian Untan ini melanjutkan, bahwa ketua penelitian adalah tenaga pendidik tetap Untan yang memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) atau Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK) serta memiliki jabatan fungsional.

“Hal inilah yang akan kita diskusikan saat ini, di forum ini,” ucap Yohana.

Untuk pengajuan proposal, dosen mengusulkan lewat LPPKM Untan melalui sistem SIAKAD Untan. Yohana mengatakan, bahwa seleksi proposal dilakukan dalam dua tahap, yaitu penilaian proposal secara daring dan verifikasi kemiripan naskah menggunakan ithenticate sebanyak lima belas persen.

(Bangun/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY