Mabes Polri Bahas Kepulangan Rizieq, Sejuta Umat Siap Menjemput

Mabes Polri Bahas Kepulangan Rizieq, Sejuta Umat Siap Menjemput

BERBAGI
Foto: Pemimpin FPI Rizieq Shihab/Reuters

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Mabes Polri tampaknya menganggap serius rencana kepulangan tokoh Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab. Jajaran kepolisian RI pun menggelar rapat khusus untuk membahas antisipasi kepulangan Rizieq Shihab tersebut, Senin (19/2). Berdasarkan Surat Telegram nomor ST/429/II/HUM.3.5.2./2018 dijelaskan bahwa Rapat bakal dipimpin Wakapolri Komisaris Jenderal Syafruddin.

Seperti dilansir CNN Indonesia.com, telegram tersebut ditujukan kepada para kapolda di seluruh Indonesia. Melalui telegram itu, Kapolri meminta para kapolda mengikuti video conference yang dipimpin Syafruddin. Dalam pesannya, tertulis ‘Membahas tentang kesiapan PAM dalam rangka antisipasi kembalinya HRS (Habib Rizieq Shihab) ke Indonesia.’

Namun, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, belum menjelaskan lebih lanjut secata resmi soal rapat tersebut.

Rizieq Shihab dikabarkan akan pulang ke Indonesia setelah menetap beberapa bulan di Arab Saudi. Panitia penyambutan kepulangan Rizieq ke Tanah Air telah dibentuk. Sebagai Ketua Panitia Penyambutan Imam Besar Habib Rizieq (PPIB 212) adalah Egi Sudjana yang sebelumnya mengatakan, Rizieq kemungkinan akan pulang pada Rabu, 21 Februari 2018. Namun, kata Egi, kepulangan Rizieq tergantung dari hasil istikharah.

Hingga tanggal 15 Februari 2018, katanya, belum ada kepastian tentang kepulangan Rizieq. Dia hanya berharap agar kepolisian memberikan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) kasus dugaan konten pornografi Rizieq Shihab.

Rizieq berada di Arab Saudi sejak Mei 2017 atau dua pekan sebelum polisi menetapkannya sebagai tersangka kasus dugaan konten pornografi.

Kabar kepulangan Rizieq semakin santer terdengar setelah tiket elektronik pesawat yang diduga membawa Rizieq dari Arab Saudi sempat beredar. Dalam tiket elektronik tersebut, Rizieq tercatat pulang menggunakan maskapai Saudi Arabian Airlines.

Rizieq dijadwalkan berangkat pada Selasa, 20 Februari dari Bandara Internasional King Abdul Aziz Arab Saudi. Belakangan tiket tersebut disebut hoax.

Informasi dari Tempo.co, Senin (19/2/2018) menyebutkan, Ketua Panitia Penyambutan Imam Besar Rizieq Shihab Eggi Sudjana mengklaim akan ada sekitar sejuta umat siap menjemput kepulangan pemimpin FPI Rizieq Shihab dari Arab Saudi ke Jakarta. Sejuta umat itu berasal dari 26 organisasi kemasyarakatan di Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, dan Makassar.

Menurut Eggi, nantinya umat akan dibagi menjadi empat bagian, yakni divisi pengerahan massa, divisi keamanan, divisi logistik, dan divisi kesehatan. Divisi kesehatan sengaja dibuat untuk menangani peserta yang jatuh sakit.

Namun, dia enggan merinci lebih jauh soal detail mobilisasi umat yang berasal dari berbagai daerah itu karena dikhawatirkan jika strategi itu diketahui, maka kedatangan umat dalam jumlah besar tersebut justru akan dihalangi.

“Strateginya jelas ada,” ujar Eggi.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Sa’adi meminta negara untuk melindungi Rizieq Shihab saat kembali ke Indonesia. Ia mengatakan Rizieq memiliki hak yang sama dengan warga lainnya untuk mendapatkan perlindungan sebagai warga negara.

Perlindungan yang dimaksud adalah mendapatkan rasa aman dan nyaman untuk bertempat tinggal dan menetap di Indonesia.

“Sebagai warga negara Habib Rizieq memiliki hak-hak konstitusional yang melekat dan harus dilindungi oleh negara. Sebagaimana disebutkan dalam UUD NKRI Tahun 1945 Pasal 28D ayat 1,” kata Zainut.

Di lain pihak, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP FPI DKI Jakarta Novel Bamukmin mengaku dapat memastikan Rizieq pulang jika kepolisian menghentikan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus yang sedang membelit pimpinan FPI itu.

“Kalau ada SP3, Habib Rizieq Shibah pasti pulang, enggak usah nunggu istikharah. Kalau memang terjadi benturan yang luar biasa, mendingan beliau menahan diri,” ujarnya.

(Suarakarya.id/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR