28 Hot Spot Terdeteksi di Wilayah Kalbar, Ini Rinciannya

28 Hot Spot Terdeteksi di Wilayah Kalbar, Ini Rinciannya

BERBAGI
Foto : Giri Darmoko saat memberi penjelasan terkait arah angin yang membawa kabut asap/Bangun

Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com – Sebanyak 28 Hot Spot (Titik Panas) terdeteksi pada alat pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BKMG) Supadio Pontianak. Titik-titik panas itu tersebar di beberapa kabupaten di seluruh Kalimantan Barat. Data tersebut berdasarkan pencatatan pada Selasa (20/2) yang dikeluarkan pada Rabu (21/2) siang.

“Terdapat sembilan belas titik yang berada di Kabupaten Ketapang, tujuh titik di Kabupaten Kubu Raya, satu titik di Sanggau dan Kayong Utara,” ungkap Giri Darmoko, Prakirawan BMKG Supadio Pontianak, saat ditemui pada Rabu (21/2/2018).

Titik-titik panas ini muncul karena adanya kebakaran lahan. Walau lahan di Kalimantan Barat ini sangat mudah menyerap air, namun mudah pula untuk kering saat kemarau tiba.

“Karena banyak dari lahan itu berupa lahan gambut, yang saat sedang kemarau dan kering, ia mudah terbakar,” ujar Giri.

Pergerakan angin juga membawa pengaruh munculnya asap di Kota Pontianak. Karena saat ini, arah datangnya dari Barat Laut dengan kecepatan sepuluh knot.

“Biasanya angin ini membawa curah hujan, namun karena sedang musim kemarau serta terjadi kebakaran lahan, maka angin ini juga membawa asap dari tempat asal titik panas itu hingga sampai di Kota Pontianak,” jelasnya.

Dia juga mengungkapkan, bahwa kemungkinan kondisi saat ini akan berulang pada rentang bulan Juli hingga September mendatang.

“Pada rentang tiga bulan itu, biasanya akan terjadi musim panas. Jadi, kita perlu waspada akan kenaikan suhu, karena arah angin berasal dari Tenggara, yang biasanya membawa udara kering,” jelas Giri.

Giri juga mengatakan, bahwa BMKG telah berkoordinasi dengan beberapa lembaga terkait kebakaran hutan dan kabut asap, diantaranya dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat.

“Kami sudah berkoordinasi mengenai tindakan penanganan. Seandainya kabut asap masih terus terjadi, maka kami sudah menyiapkan posko bersama untuk penanganan kebakaran lahan,” tutup Giri.

(Bangun/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR