Kampanye Harus Disampaikan Secara Sopan dan Santun

Kampanye Harus Disampaikan Secara Sopan dan Santun

BERBAGI
Foto: Ketua KPU Provinsi Kalbar, Umi Rifdiawaty/Mizar

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Ketua KPU Kalbar, Umy Rifdyawati, mengatakan, kampanye harus disampaikan secara sopan dan santun.

Konten iklan kampanye yang akan dimuat tidak boleh bertentangan dengan Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA). Kampanye harus tertib dan tidak ganggu kepentingan umum. Materi harus edukatif dan mecerahkan masyarakat.

“Kampanye harus dilakukan secara bijak dan tidak menyerang paslon. KPU sudah mensosialisasikan hal ini kepada paslon dan diharapkan paslon menaati,” ujarnya, Selasa (27/2).

Dirinya mengatakan, KPU punya fokus mengawasi kampanye yang dilakukan pasangan calon, tim kampanye dan simpatisan. Tidak hanya kampanye di dunia nyata, namun juga di dunia maya.

“Larangan kampanye baik terbuka maupun media sosial sudah diatur dalam Pasal 68 PKPU Nomor 4 Tahun 2017,” tuturnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu, Faisal Riza menerangkan pihaknya telah melakukan langkah take down dalam upaya tangkal hoaks.

“Bawaslu RI juga sudah menandatangani MoU dengan 7 platform medsos seperti BBM, FB, Telegram dan lainnya. Kami sudah bekerjasama dengan polisi melalui cyber crime,” ujarnya.

Hingga kini, pihaknya sudah melakukan penjajakan untuk membuat satuan gugus kerja bersama guna identifikasi akun-akun yang dianggap rawan. Menurut dia, harus ada orang mengawasi akun ini.

“Polri sudah lakukan itu, namun dalam konteks pilkada Bawaslu akan lakukan itu. Kalbar masuk dalam12 provinsi terawan dalam penggunaan medsos. Semua elemen masyarakat diperlukan dalam mengawasi dan penindakan penggunaan medsos. Terutama menjelang Pilkada. Kita harus sepakat tidak membenarkan adanya politisasi SARA,” katanya.

(Sukardi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR