Pastikan Peserta Paham Prosedur Pelayanan Kesehatan, BPJS Kesehatan Gencarkan Sosialisasi

Pastikan Peserta Paham Prosedur Pelayanan Kesehatan, BPJS Kesehatan Gencarkan Sosialisasi

BERBAGI
Foto : Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS, Andayani Budi Lestari, foto bersama Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia Kalbar/Ist

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Dalam rangka memperluas cakupan kepesertaan sekaligus upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat program jaminan kesehatan dan prosedur memperoleh pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan melakukan sosialisasi kepada PNS aktif di bawah naungan organisasi Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) di wilayah Pontianak.

Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta, Andayani Budi Lestari, mengatakan, Organisasi KORPRI merupakan peserta yang telah menjadi mitra baik BPJS Kesehatan, serta peserta yang harus diedukasi dan update terkait kebijakan terbaru BPJS Kesehatan. Tujuannya satu, agar peserta dapat memperoleh manfaat sesuai dengan haknya dan melalui sistem prosedur yang benar.

“Banyak sekali kasus-kasus yang berkembang muncul di media massa diakibatkan peserta yang tidak mengikuti prosedur yang berlaku, baik itu karena ketidaktahuan ataupun yang lainnya.

Dengan meningkatkan frekuensi sosialisasi, harapannya kasus-kasus tersebut dapat kita minimalisir,” jelasnya, Kamis (1/3) di Pontianak.

Andayani Budi Lestari, menjelaskan, bahwa sistem pelayanan kesehatan di era BPJS Kesehatan mengutamakan optimalisasi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKPT), seperti Puskesmas, klinik pratama, maupun dokter praktek perorangan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dalam menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Diharapkan FKPT dapat menjalankan perannya secara signifikan dan komprehensif. Kita ingin mengubah paradigma, bahwa FKPT bukan hanya berfungsi sebagai pembuat rujukan semata. Kalau bisa ditangani di puskesmas, kenapa harus pergi ke rumah sakit, jika dirasa pasien peserta BPJS Kesehatan perlu penanganan spesialistik, barulah dirujuk ke dokter spesialis di rumah sakit,” terangnya.

Dirinya menuturkan, BPJS Kesehatan terus berupaya melakukan sosialisasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian kepada kesehatan, serta menyampaikan pentingnya gotong royong.

“Jika ada satu orang peserta JKN-KIS melakukan operasi jantung, dengan biaya 160 juta rupiah, dengan iuran rata-rata 51 ribu rupiah, maka diperlukan sebanyak 3.737 orang peserta JKN-KIS yang sehat dan membayar iuran. Kalau hanya peserta yang sakit yang membayar iuran dan tidak membayar iuran lagi ketika sudah sehat, dari mana kita membayar biaya pelayanan kesehatan peserta lainnya yang membutuhkan,” pungkasnya.

(Sukardi/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR