Mahasiswa Asal Singkawang Tertipu Jual-Beli Online

Mahasiswa Asal Singkawang Tertipu Jual-Beli Online

BERBAGI
Foto: Vicky Erlangga yang diduga melakukan penipuan di situs jual beli online/Istimewa

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Penipuan pembelian barang secara online kembali dialami warga Singkawang. Kali ini menimpa seorang mahasiswa bernama Candra Kiswantoro. Akibat merasa dirugikan korban pun sudah melaporkan penipuan tersebut ke Ditreskrimsus Polda Kalbar pada Sabtu (24/2) pekan lalu.

Aparat keamanan sendiri sedang berusaha untuk menelusuri pelaku penipuan yang bernama Vicky Erlangga tersebut. Candra berharap pelaku bisa segera diproses hukum agar tidak ada lagi orang yang tertipu.

Ceritanya, pada pertengahan November 2017 lalu dia membeli sebuah laptop seharga Rp6,5 juta kepada sebuah toko di kawasan Roxy Mangga Dua, Jakarta secara online. Namun barang yang dibeli tidak juga sampai sesuai dengan harapannya.

“Uangnya sudah saya transfer pada saat pembelian,” katanya.

Setelah uang ditransfer, pelaku pun mengirimkan foto laptop yang sudah dikemas dan diberi alamat pemesan, dan mengatakan barang akan segera dikirim.

Namun setelah ditunggu sepekan, barang yang dinanti tak juga muncul. Candra lantas bertanya kepada pelaku soal itu. Pelaku menjawab, bahwa ada kesalahan teknis dalam pengiriman sehingga laptop patah pada sambungan layar dan mengalami kerusakan.

“Vicky Erlangga ini meminta waktu untuk mengurus asuransi barang. Bila asuransi sudah selesai, dia janji akan kirim kembali,” sebut dia.

Berminggu-minggu menunggu, pelaku terus beralasan perihal laptop tersebut.

“Sebenarnya komunikasi lancar saja, saya Whatsapp dibalas walaupun jawaban dan alasannya macam-macam. Hingga akhirnya pada pertengahan Februari ini Facebook dan Instagram pelaku tiba-tiba dihapus. Begitu juga nomor WA dan teleponnya sudah tidak aktif lagi. Candra lantas melaporkan hal ini ke polisi.

“Ini adalah hasil tabungan saya dan patungan dari kakak-kakak saya. Bagi saya ini bukan uang yang kecil,” tuturnya.

Mengenai kepercayaannya kepada pelaku, Candra punya alasan. Sekitar Agustus tahun lalu, dia pernah membeli computer desktop kepada orang yang sama. Saat itu lancar-lancar saja, barang yang dipesan sampai dengan aman.

“Itu yang bikin saya percaya dengan pelaku. Saya juga baca-baca testimoni orang yang pernah belanja dengan dia; kebanyakan mengaku puas. Jadi saya berani beli barang lagi ke dia,” sebutnya.

Candra sendiri mengaku kapok membeli barang secara online kepada orang yang tidak jelas.

“Ini jadi pelajaran untuk siapa saja. Jangan mudah percaya di dunia maya. Kalau mau beli online pilihlah online shop yang memiliki rekening bersama. Atau kalau tidak pilihlah bertransaksi secara ketemuan atau COD (cash on delivery). Saya berharap pelaku bisa segera diproses, syukur-syukur uang saya bisa kembali,” pungkas dia.

(Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR