Cari Makarel Kaleng Dilarang Edar BPOM, Satgas Pangan Sambas Gelar Sidak

Cari Makarel Kaleng Dilarang Edar BPOM, Satgas Pangan Sambas Gelar Sidak

BERBAGI
Foto : Fattah Maryunani sedang mengecek peredaran produk ikan makarel/Gindra

Sambas, Thetanjungpuratimes.com – Menindaklanjuti adanya temuan cacing didalam ikan kaleng kemasan disekitar tempat di Indonesia, tim Satgas Pangan Kabupaten Sambas menggelar sidak pengawasan peredaran produk ikan makarel yang dilarang edar oleh BPOM dan sejumlah produk makanan minuman lainnya, di toko dan swalayan di Kabupaten Sambas, Senin (2/4).

Tim Satgas Pangan ini terdiri dari Bidang Perdagangan Dinas Kumindag, Diskes, Satpol PP, Polres Sambas, Bagian Ekon Setda, Dinas Kelautan dan Perikanan serta Humas Setda.
Yang dibagi dalam dua tim.

Tim pertama menyisir toko dan swalayan di Kecamatan Sambas-Tebas, dipimpin Plt Kadiskes Sambas, dr Fatah Maryunani bersama Kasat Pol PP Sambas, Rustina.
Sedangkan tim kedua menyisir di toko dan swalayan di Kecamatan Pemangkat-Selakau yang dipimpin Kabid Perdagangan Diskumindag Sambas, Nisa Azwarita.
Sidak Tim Satgas Pangan ini menindaklanjuti penjelasan BPOM RI tanggal 28 Maret 2018 tentang perkembangan temuan parasit cacing, pada produk ikan makarel kaleng.

“Maka Dinas Kesehatan memandang perlu memberikan penjelasan. Pelaku usaha telah melakukan penarikan terhadap produk-produk ikan makarel kaleng dalam saus tomat kemasan kaleng ukuran 425 gram,” ungkap Fattah Maryunani, Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Sambas, Senin (2/4).

Disebutkan penarikan dilakukan terhadap kemasan, merk Farmerjack, nomor ijin edar (NIE) BPOM RI ML 543929007175, nomor bets 3502/01106 35 1 356.
Merk IO, NIE BPOM RI ML 543929070004, nomor bets 370/12 Oktober 2020 dan merk HOKI, NIE BPOM RI ML 543909501660, nomor bets 3502/01103/-.
BPOM RI juga lanjutnya, telah melakukan sampling dan pengujian terhadap produk ikan dalam kaleng lainnya, yang beredar di seluruh Indonesia, guna memastikan adanya dugaan cacing dalam ikan kemasan kaleng.

“Terhadap produk tersebut, yang sudah kami terima lampiran daftarnya, agar Puskesmas berkoordinasi dengan pihak kecamatan, untuk melakukan penarikan terhadap toko makanan atau minimarket atau swalayan yang ada di wilayah kerja puskesmas untuk tidak menjual produk tersebut,” jelasnya.

Kemudian, memberikan informasi dan mengimbau kepada masyarakat untuk lebih cermat dan hati-hati dalam membeli produk pangan.

“Selalu cek KLIK, yakni Kemasan, Label, Izin edar dan Kadaluarsa, sebelum membeli atau mengkonsumsi produk pangan,” pinta Fattah.

(Gindra/Agus)

TIDAK ADA KOMENTAR