Debat Publik Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar 2018 Sukseskah?

Debat Publik Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar 2018 Sukseskah?

BERBAGI
Foto: Muhammad Al Iqbal, Presiden Mahasiswa Universitas Tanjungpura/Istimewa

Pontianak, thetanjungpuratimes.com-Dalam pelaksanaan Debat Publik Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat tahun 2018, sesi pertama yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Barat, pada Sabtu (7/4/2018) malam, banyak hal yang harus dievaluasi oleh KPU Kalimantan Barat beserta Tim Ahli perancang kegiatan Tersebut.

Pertama, kegiatan Debat publik yang seharusnya bisa menjadi kegiatan yang prioritas bagi Masyarakat Kalbar seolah hanya menjadi sebuah kegiatan seremoni belaka. Karena info mengenai kegiatan uji publik sesi pertama ini kurang maksimal.  Masih banyak Masyarakat yang tidak mengetahui kegiatan tersebut. Padahal jadwal pelaksanaan sudah lama ditentukan oleh pihak KPU Kalbar. Selain itu, saat pelaksanaan debat yang menjadi peserta atau audiens adalah dipenuhi oleh para pendukung yang mana seharusnya yang menjadi objek utama yang harus mengetahui visi, misi dan program calon gubernur adalah masyarakat. KPU Bisa saja berdalih bahwa Kegiatan tersebut sudah ditayangkat secara langsung di TV Lokal. Namun pertanyaanya adalah seberapa banyak dan seberapa besar antusias masyarakat Kalbar untuk menyaksikan kegiatan tersebut di TV apalagi TV Lokal. Hal tersebut menjadikan Kegiatan tersebut hanya sebagai kegiatan seremoni belaka dan hanya adu kekuatan pendukung serta yel-yel saat debat publik.

Yang kedua adalah masalah topik yang di angat dalam Debat Publik tersebut. Walaupun dalam menyusun materi pembahasan tersebut KPU Kalbar sudah melibatkan Tim Ahli yaitu dari akademisi dan pengamat namun topik yang diangkat adalah topik yang masih umum, sehingga para alon tidak bisa menjelaskan secara khusus terkait program yang mereka tawarkan. Sehingga hampir tidak ada satupun program yang dapat ditawarkan oleh para Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar pada Debat Publik tersebut.

Yang ketiga adalah masalah durasi penyampaian visi,  misi serta program yang sangat singkat. Sehingga penyampaian yang diberikan oleh calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar hanya berbentuk normatif, mereka tidak sempat kemudian untuk menyampikan Visi misi dan program dengan gamblang.

Maka dari itu, kami berharap bahwa KPU Kalbar bisa melakukan perbaikan dan kami dari BEM Untan akan melaksanakan kegiatan bedah visi misi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat pada Senin, 16 April 2018, sebagai alternatif lain untuk masyarakat bisa mengetahui visi, misi serta program dari Calon Gubernur dan Wakil Gunernur Kalbar.

Penulis: Muhammad Al Iqbal

Presiden Mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak sekaligus Koordinator Pusat Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-KalBar mengawal Pilkada.

 

(Sukardi)

TIDAK ADA KOMENTAR