KAMMI Kalbar Kecewa Atas Pernyataan Salah Satu Cagub Saat di Debat Publik

KAMMI Kalbar Kecewa Atas Pernyataan Salah Satu Cagub Saat di Debat Publik

BERBAGI
Foto: Sekjend Pengurus Wilayah KAMMI Kalbar, Adi Sutrisno, S.Pd/Istimewa

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – KAMMI Kalbar menilai debat publik antar pasangan cagub dan cawagub kalbar yang telah berlangsung sabtu malam (7/04/2018) memberikan kesan sangat mengecewakan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekjend Pengurus Wilayah KAMMI Kalbar, Adi Sutrisno, S.Pd. Menurut beliau, kekecewaan tersebut ia rasakan ketika salah satu dari  calon gubernur kalbar ber-statement dengan penuh rasa kebanggaannya bahwa mereka merupakan kader partai. Apalagi sampai menyebutkan identitas diri bahwa mereka merupakan kader PDIP dan Partai Demokrat.

“Kita tahu, PDIP merupakan partai paling korup di Indonesia. Berdasarkan indeks korupsi yang dirilis oleh ICW periode 2002-2014 mencatat skor tertinggi bahwa PDIP sebagai parpol yang paling rentan kadernya terlibat korupsi (https://antikorupsi.org). Jadi, logikanya sangat sederhana. Bila saat di luar kekuasaan indeks kerawanan korupsi PDIP sudah jadi pemuncak, apalagi saat PDIP menjadi the ruling party, partai penguasa? Tentu godaan untuk melakukan tindak-pidana korupsi oleh kadernya semakin meningkat.

Sebagai seorang calon pemimpin, egoisme kepartaian harusnya diredam, tidak baik untuk dibangga-banggakan dihadapan publik. Meskipun kita tahu, hampir dari tiga pasangan cagub dan cawagub kalbar merupakan kader partai. Tapi, menahan diri untuk tidak menyebutkan identitas pribadi yang merupakan kader partai adalah sikap bijak seorang calon pemimpin untuk menghindar diri dari egoisme kepartaian. Secara pribadi, saya sangat mengapresiasi kepada dua pasangan cagub dan cawagub Kalbar lainnya yang sampai akhir debat publik selesai, mereka tetap menahan diri dari unsur (statement) egoisme kepartaian.

Ketika seorang calon pemimpin berada dihadapan publik, egoisme kepartaian tidak selayaknya di tampakkan. Kami mewakili masyarakat awam sangat muak ketika calon pemimpin menampakan egoisme kepartaian. Jika dari awal saja dia sudah mulai menampakan egoisme kepartaian, apalagi nanti setelah terpilih dan menjadi seorang pemimpin, bisa jadi nasib kami sebagai rakyat bawah akan terabaikan, sedangkan yang diutamakan hanyalah orang-orang mereka, kader partainya saja”, ujarnya.

Menurut Sekjend PW KAMMI Kalbar tersebut, statement egoisme kepartaian dapat merusak citra dan elektabilitas dari pasangan cagub dan cawagub itu sendiri, sebab dinilai sangat egois, berlebihan dalam membangga-banggakan golongan (partai), tidak bijak dalam ber-statement dihadapan publik.

Penulis Adi Sutrisno

(Sekjend Pengurus Wilayah KAMMI Kalbar)

TIDAK ADA KOMENTAR