HMI Fisip Untan  Tolak Kenaikan Harga Pertalite dan Kelangkaan Premium

HMI Fisip Untan  Tolak Kenaikan Harga Pertalite dan Kelangkaan Premium

BERBAGI
Foto: Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Tanjungpura (Untan)/Istimewa

Pontianak, thetanjungpuratimes.com– Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Tanjungpura (Untan), menyatakan tidak setuju dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, yang dianggap tidak pro rakyat.

“Kenaikan harga BBM dapat menyebabkan kelangkaan BBM di sejumlah daerah di Indonesia. Pasalnya Pertamina memutuskan untuk menaikan harga BBM jenis Pertalite sebesar 200 rupiah dari semula 7.800 rupiah perliter menjadi 8.000 rupiah perliter. Sedangkan harga BBM jenis Premium 6.650 rupiah, sehingga menyebabkan disparitas antara harga Pertalite dan harga Premium semakin jauh berbeda hingga mencapai 1.450 rupiah perliter. Dengan adanya kenaikan Pertalite tidak menutup kemungkinan bahwa masyarakat akan remigrasi dari Pertalite ke Premium, dan menyebabkan permintaan akan BBM jenis Premium meningkat dan mengakibatkan kelangkaan Premium di sejumlah daerah,” ujar Ketua Umum HMI FISIP Untan, Abdul Muiz, Rabu (11/4/2018).

Ia menegaskan bahwa selaku kader HMI tidak akan diam saja, melihat permasalahan ini, dan akan melakukan langkah-langkah agar pemerintah mampu menanggapi permasalahan-permasalahan ini.

“Dengan permasalahan ini, tentu saja kami tidak akan berdiam diri. Kami akan melakukan langkah-langkah bagaimanapun caranya agar pemerintah merespon baik mengenai permasalahan ini. Salah satu langkah yang akan kami lakukan adalah aksi bersama yang dilakukan oleh kader HMI Fisip Universitas Tanjungpura,” tegasnya.

Abdul Muiz mengatakan, untuk poin-poin yang menjadi tuntutan dalam aksi ini akan didiskusikan bersama rekan-rekan intelektual sebelum melakukan aksi.

“Adapun poin-poin yang menjadi tuntutan aksi ini kami tidak sembarangan menyebutkan tuntutan,  akan kami diskusikan bersama kader HMI Fisip Untan sebelum melakukan aksi. Namun, poin intinya adalah Premium harus distabilkan dan jika memang Premium ini ditiadakan maka Pertalite harus turun harganya, setidaknya hampir setara dengan harga Premium,” pungkasnya.

(Sukardi)

TIDAK ADA KOMENTAR