Pengamat Ekonomi Untan: Konflik Timur Tengah Penyebab Kenaikan BBM

Pengamat Ekonomi Untan: Konflik Timur Tengah Penyebab Kenaikan BBM

BERBAGI
Foto: Prof.Eddy Suratman/thamrinusman.com

Pontianak, thetanjungpuratimes.com– Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura Prof Dr Eddy Suratman menanggapi kenaikan harga BBM yang terjadi belum lama ini.

Seperti yang di ketahui PT Pertamina telah keempat kalinya menaikan harga BBM selama Tiga bulan terakhir di tahun 2018.

Prof Eddy Suratman mengatakan Kenaikan harga BBM adalah  sesuatu yang tidak bisa di elakan oleh pemerintah, Asumsi harga minyak dunia di APBN 2018 adalah US$ 48 per barel, sedangkan harga minyak hari ini adalah US$ 63 per barel dan terus bergerak ke harga US$ 67 per barel.

“ Jika minyak dunia tidak turun maka APBN 2018 akan mengalami defisit yang di perkirakan 2,16 persen,” Ujar Eddy saat di temui di Kantornya, pada Rabu (18/4/2018)

Prof Dr Eddy Suratman Menuturkan kebutuhan minyak di Indonesia 1,6 juta barel perhari, sedangkan produksi dalam negeri  hanya 800 ribu barel per hari, dan otomatis setengahnya kita impor dan itu lah yang menyebabkan defisit pada APBN.

Prof Eddy Suratman mengatakan kenaikan harga BBM di sebabkan Karena adanya konflik di Timur Tengah yang terus menerus terjadi yaitu di negara Suriah.

Prof Eddy Suratman juga menyesalkan BBM jenis Premiun yang sulit untuk didapatkan.

“Saya berharap Pemerintah dan Pertamina memformulasikan ulang format subsidi apa yang di tawarkan sehingga bisa menahan harga minyak dalam negeri tidak terus mengalami kenaikan,” Tutup Eddy Suratman.

(Adi)

TIDAK ADA KOMENTAR