OPD Harus Tahu Isi MoU Dengan KPK

OPD Harus Tahu Isi MoU Dengan KPK

BERBAGI
Foto: Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero SH/yohanes

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com– Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen mewujudkan pemerintahan yang bersih dari Korupsi. Untuk itu Pemprov Kalbar telah bekerja sama dengan Komisi Pemeberatasan Korupsi (KPK). Seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Barat melakukan MoU dengan lembaga antirasuah tersebut.

Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero SH menegaskan, dengan adanya MoU dengan KPK tersebut, Pemkab Kapuas Hulu komitmen menciptakan pemerintahan yang bersih. Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga harus tahu poin-poin apa saja yang menjadi kewajiban Pemkab Kapuas Hulu terhadap KPK, sesuai dengan MoU itu.

“Kita sudah Teken Mou dengan KPK, ini akan disampaikan kepada para kepala OPD. Apa saja isi dari MoU itu akan kita sosialisasikan, jangan sampai kita terjebak karena ketidak pengetahuan kita,” tegas Wabup, Kamis (19/4).

Terlepas dari MoU tersebut, kata Wabup, hal utama yang perlu diperhatikan OPD adalah masalah keuangan. Keuangan jangan sampai sembarang mengerjakannya. “Dalam laksanakan tugas dan tanggungjawab, apalagi dalam pengelolaan keuangan kita harus ikuti peraturan. Ini yang terpenting,” imbuhnya.

Wabup menjelaskan pemerintahan punya dua fungsi yang harus diutamakan, pertama adalah terkait tata kelola pemerintahan dan kedua adalah pelayanan ke masyarkat. Tata kelola pemerintahan harus bagus, administrasinya benar, kemudian dari sisi pelayanan ke masyarakat juga harus bagus. “Pelayanan ke masyarakat bagus bukan artinya memberi duit, kalau ngasi duit dari mana,” ujar Wabup.

Dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat, diakui Wabup, ada beberapa permasalahan. Terutama saat masyarakat membutuhkan bantuan dana, sementara tidak ada dukungan anggaran. “Saya selalu kebingungan apabila ada kebutuhan yang tidak teranggarkan, judulnya tidak ada di anggaran pemerintah sementara masyarakat membutuhkannya. Ini terpaksa tidak dapat diberikan, karena kita tidak boleh melampaui aturan, padahal secara manusiawi sangat bertentangan dengan nurani,” tuntasnya. (yohanes/adi)

TIDAK ADA KOMENTAR