Evaluasi Bantuan Bibit Ikan Pada Kelompok

Evaluasi Bantuan Bibit Ikan Pada Kelompok

BERBAGI
Sekda Kapuas Hulu, Ir H Muhammad Sukri/yohanes

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com– Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu memperioritaskan pembangunan pada sektor perikanan. Setiap tahun Pemkab Kapuas Hulu menganggarkan untuk pengadaan bibit ikan.

Sekda Kapuas Hulu, Ir H Muhammad Sukri mengatakan, pembagian bibit ikan tersebut memang perlu di evaluasi, khususnya bantuan yang diberikan kepada kelompok perikanan. “Bibit ikan tersebut ada dua, pertama untuk restoking dan kedua untuk kelompok. Kalau restoking dilepas ke sungai dan danau, ini cukup banyak dan kita tahu. Sementara bantuan bibit untuk kelompok, ini yang perlu di evaluasi,” ujarnya, Kamis (19/4).

Sekda menegaskan, bantuan bibit pada kelompok harus ada kemajuan produksinya. Dengan demikian baru bisa dikatakan bantuan bibit ikan tersebut tepat sasaran. “Kalau sudah diberikan tidak berhasil, Dinas Perikanan jangan diberikan lagi bantuan bibit ikan pada kelompok tersebut,” ungkapnya.

Dari sisi harga perikanan juga harus Dinas Perikanan perhatikan, sebab harga ikan di pasar Putussibau justru lebih mahal dari pada harga di Sintang dan Pontianak. “Padahal ikan tersebut sama dari penangkar ikan di Kapuas Hulu,” ujarnya.

Sekda mengatkan, kenaikan harga ikan karena proses pemasaran di Putussibau sambut-menyambut antar pedagang. Sementara pemasaran di Sintang dan Pontianak itu adalah tangan kedua setelah penjualnya.  “Bahkan harga ikan toman di Kapuas Hulu bisa lebih mahal dari Pontianak, padahal yang produksi ikan adalah Kapuas Hulu sendiri,”

Menurut Sekda, Dinas Perikaan harus menjalankan fungsi TPI Putussibau dengan baik. Sehingga harga tetap stabil dan masyarakat dapat menjangkaunya. “TPI Putussibau belum jalan dengan baik. Kalau ada TPI, dari konsumen bisa membeli ikan langsung dari penjual pertamanya. Jadi harga tidak tinggi,” tuntasnya.

(yohanes/adi)

TIDAK ADA KOMENTAR