Pemerintah Harus Rampungkan 38 Proyek Nasional Sebelum Pilpres 2019

Pemerintah Harus Rampungkan 38 Proyek Nasional Sebelum Pilpres 2019

BERBAGI
Foto : Presiden Jokowi meninjau Bandara Silangit di Sumatera Utara/Biro Pers Setpres-suara.com

Thetanjungpuratimes.com – Pemerintah memiliki 222 proyek dan tiga program yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional. Proyek-proyek tersebut harus segera diselesaikan oleh pemerintah pada 2019 mendatang atau sebelum pemilihan presiden.

Pasalnya, proyek strategis nasional ini merupakan program diera pemerintahan Joko Widodo. Sehingga, pada 2019 mendatang proyek-proyek bisa rampung dan beroperasi.

Ketua Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas Wahyu Utomo mengungkapkan untuk tahun 2018 pemerintah menargetkan dapat menyelesaikan 13 Proyek Strategis Nasional dengan nilai proyek sekitar Rp 46,78 triliun.

Dari tiga belas proyek tersebut, terdapat tiga diantaranya yang berhubungan dengan Jawa Barat. Proyek pertama adalah Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu sepanjang 21,04 kilometer dengan nilai investasi Rp 7,2 triliun.

Selain itu terdapat juga‎ Jalan Tol Bogor Ring Road sepanjang 11 km dengan nilai investasi 983 miliar. Sementara yang ke tiga adalah Pembangunan Jaringan Irigasi Daerah Leuwigoong Kabupaten Garut.

Sementara itu, 66 proyek, 1 program ketenagalistrikan, serta 1 program pemerataan ekonomi sedang dalam tahap konstruksi dan telah beroperasi sebagian. Proyek tersebut bernilai Rp 1.589,4 triliun.

Sementara 109 proyek dan 1 program industri pesawat sedan‎g dalam tahap konstruksi dengan nilai Rp 1.2014 triliun. Sebanyak enam proyek sedang dalam tahap transaksi senilai Rp 416,6 triliun dan 28 proyek dalam tahap penyiapan dengan nilai Rp 829,6 triliun.

“Dengan estimasi kami, kita harapkan pada 2018 ada tambahan 13 proyek selesai 46,7 triliun, sehingga totalnya projeknya (yang sudah selesai) menjadi 43 proyek (2016-2018),” kata Wahyu di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2018).

Sedangkan di 2019, 25 proyek diperkirakan akan selesai dengan nilai Rp 118,88 triliun. ‎Selain itu, sebanyak 94 proyek dan 1 program ketenagalistrikan serta 1 program pemerataan ekonomi masuk tahap konstruksi dan akan beroperasi sebagian dengan nilai Rp 1.808,5 triliun.

Kemudian 87 proyek dan 1 program industri pesawat terbang dalam tahap konstruksi dengan nilai Rp 2.078,6 triliun serta 3 proyek dalam tahap akhir transaksi dan mulai konstruksi dengan nilai Rp 39,1 triliun. Pada periode 2018-2019 secara total ada 38 proyek strategis nasional yang rampung dengan nilai sebesar Rp 165,7 triliun.

Berikut daftar proyek yang diestimasi selesai pada akhir tahun 2018 senilai Rp 46,78 Triliun :

1. Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (21,04km) senilai Rp 7,2 triliun

2. Jalan Tol Bogor Ring Road (11 kilometer) senilai Rp 983 miliar

3. Kereta Api Prabumulih – Kertapati (bagian dari Jaringan Kereta Api Trans ‎Sumatera) senilai Rp 1,13 triliun

4. Kereta Api Tebing Tinggi – Kuala Tanjung (mendukung KEK Sei Mangkei, bagian dari Jaringan Kereta Api Trans Sumatera) senilai Rp 750 miliar

5. Bandara Sultan Babullah, Ternate Bandar Udara senilai Rp 1,35 triliun

6. Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya senilai Rp 323 miliar

7. Pengembangan Pelabuhan Kupang senilai Rp 223 miliar

8. Pembangunan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Jambo Aye Kanan senilai Rp 240 miliar

9. Pembangunan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Leuwigoong Kabupaten Garut senilai Rp 300 miliar

10. Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Gumbasa senilai Rp 159 miliar

11. Pembangunan Smelter Morowali senilai Rp 34 triliun

12. Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Talaud senilai Rp 106 triliun

13. Palapa Ring Broadband di 457 Kab/ Kota melalui Pola Non KPBU senilai

Sedangkan PSN yang ditargetkan akan rampung pada 2019 antara lain:

14. Palapa Ring Broadband di 57 Kab/Kota melalui Pola Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur (KPBU) Teknologi senilai Rp 5,84 triliun.

15. Pembangunan Smelter Bantaeng senilai Rp 2,22 triliun

16. Pembangunan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Lematang senilai Rp 279 miliar

17. Jalan Tol Manado-Bitung (39km) senilai Rp 5,12 triliun

18. Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (99km) senilai Rp 9,97 triliun

19. Jalan Tol Medan-Binjai (16km) – bagian dari 8 ruas Trans Sumatera senilai Rp 1,6 triliun

20. Jalan Tol Palembang-Simpang Indralaya (22km) – bagian dari 8 ruas Trans ‎Sumatera senilai Rp 3,3 triliun

21. Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (140,9km) – bagian dari 8 ruas Trans ‎Sumatera senilai Rp 16,79 triliun

22. Jalan Tol Medan-Kualanamu- Lubuk Pakam-Tebing Tinggi (62km) senilai Rp 4,07 triliun

23. Jalan Tol Pejagan-Pemalang (57,5km) senilai Rp 6,84 triliun

24. Jalan Tol Pemalang-Batang (39,2km) senilai Rp 4,08 triliun

25. Jalan Tol Batang-Semarang (75km) senilai Rp 11 triliun

26. Jalan Tol Semarang-Solo (72,6km) Rp 7,44 triliun

27. Jalan Tol Solo-Ngawi (90,1km) senilai Rp 11,34 triliun

28. Jalan Tol Ngawi-Kertosono (87km) Rp 3,83 triliun

29. Jalan Tol Kertosono-Mojokerto (40,5km) senilai Rp 5,5 triliun

30. Jalan Tol Gempol – Pasuruan (34,2km) senilai Rp 2,76 triliun‎

31. Jalan Tol Kunciran-Serpong (11,2km) senilai Rp 3,48 triliun

32. Pembangunan Fly Over Dari dan Menuju Terminal Teluk Lamong (2,4km) senilai Rp 900 miliar

33. Kereta Api Akses Bandara Adi Sumarno senilai Rp 925 miliar

34. Bandara Syamsuddin Noor Bandar senilai Rp 2,31 triliun

35. Bandara Kertajati senilai Rp 4,91 triliun

36. Pengembangan Bandara Ahmad Yani, Semarang Rp 2,18 triliun

37. Pelabuhan KEK Maloy senilai Rp 204 ‎miliar

38. Makassar New Port senilai Rp 1,89 triliun

(Suara.com/Adi)

TIDAK ADA KOMENTAR