Himapol Fisip Untan Akan Gelar Dialog Publik Nasional

Himapol Fisip Untan Akan Gelar Dialog Publik Nasional

BERBAGI
Foto; Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapol) Universitas Tanjungpura (Untan)

Pontianak, thetanjungpuratimes.com-Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapol) Universitas Tanjungpura (Untan) akan menggelar Dialog Publik Nasional pada Kamis 3 Mei 2018 mendatang, mengundang sebanyak 500 orang peserta, bertempat di Ballroom Hotel Kapuas Palace, Kota Pontianak.

Dialog Publik Nasional Pilkada Damai Untuk Indonesia ini mengangkat tema “Dengan Semangat 20 Tahun Reformasi, Kita Bangun Peradaban Demokrasi No Politik Uang dan No Politisasi SARA Dalam Pilkada”.

Setelah sukses melaksanakan Dialog Publik tingkat Regional Kalbar yang menghadirkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Kalimantan Barat sebagai peserta, menghadirkan Kapolda Kalbar, Ketua KPU dan Ketua Bawaslu Kalbar, Dialog Publik Kali ini menghadirkan pembicara yakni Dr. Alfirta Salam, MA Anggota DKPP RI, Pramono Ubaid Tanthowi Komisioner KPU RI, Efendi Gazali Ph. D MPS ID Pakar Komunikasi Politik, M. Agil Zulfikar Ketua Himapol Indonesia, Dr. Jumadi M.Si Akademisi Fisip Untan, Dr. Ismail Ruslan Ketua FKUB Kalbar.

Ketua Himapol Fisip Untan, Hengki Hayatullah, menuturkan optimis dapat menyelenggarakan kegiatan ini agar dapat menjadi upaya serius dalam mengonsolidasikan pengawalan pada Pilkada serentak 2018.

“Ini salah satu wujud kontribusi Himapol Untan kepada bangsa dan negara, khususnya di Kalimantan Barat juga menggelar pilkada yang menjadi salah satu daerah rawan berdasarkan indeka kerawanan pemilu (IKP) oleh bawaslu dan ini menjadi perhatian kami,” ujarnya.

Dirinya mengatakan,  bulan Mei nanti akan memasuki masa 20 tahun reformasi, hari bersejarah. Otonomi daerah adalah salah satu tuntutannya, oleh sebab itu Pilkada adalah proses kita berdemokrasi untuk mencapai kesejahteraan harus kita wujudkan.

“Harapan kami dialog publik ini dijadikan upaya penyatuan atas keberagaman pola pikir, pandangan serta tindakan, terhadap fenomena politik di negeri ini untuk kita bangun peradaban demokrasi. Kami juga mengharapkan dukungan semua pihak, tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh stake holders agar dialog publik tersebut tidak eksklusif, ini kepentingan seluruh bangsa Indonesia yang lebih baik di hari depan,” harapnya.

(Sukardi)

TIDAK ADA KOMENTAR