Derita Kanker Ganas di Wajah, Fatimah Butuh Bantuan Donatur

Derita Kanker Ganas di Wajah, Fatimah Butuh Bantuan Donatur

BERBAGI
foto: fatimah menderita kanker ganas di wajah/fiki

Sambas, thetanjungpuratimes.com– Suami mana yang hatinya tidak sedih melihat istrinya sakit. Apalagi jika sakit yang diderita sang istri bukan penyakit biasa, melainkan kanker didaerah wajah.

Penyakit Kanker ini diderita oleh Fatimah ( 47) seorang warga Serindang Kecamatan Tebas, istri dari Bujang Nawar. Membuat hati sang suami selama 6 tahun terakhir diselimuti rasa sedih yang tak terkira.

Awal dari peristiwa ini adalah ketika sang istri , Fatimah memutuskan untuk mengoperasi tahi lalat yang terletak dibawah mata sebelah kiri. Ternyata bukan hasil yang baik yang terjadi, tapi malah menjadi kanker yang ganas.

Mulai dari pengobatan tradisional, pengobatan rumah sakit, hingga tim do’a sudah dilakukan untuk mengobati penyakit sang istri. Namun sayangnya, hingga saat ini usaha tersebut belum berbuah apa – apa.

Walaupun belum ada titik terang untuk pengobatan penyakit sang istri, Bujang Nawar tak ingin putus asa. Sang suami menyimpan harapan agar istrinya bisa dioperasi untuk menyembuhkan kanker tersebut. Namun Bujang Nawar yang bekerja sebagai petani terkendala biaya.

Saat ini dia berharap ada uluran tangan dari pihak – pihak tertentu terutama dari pemerintah untuk meberikan solusi, untuk kesembuhan istrinya “ saya berharap, ada sedikit bantuan untuk pengobatan istri saya, saya berharap, istri saya segera dioperasi sehingga sembuh dari penyakit kanker yang sudah dideritanya selama 6 tahun “ ungkap Bujang Nawar.

Kepala desa Desa Serindang Bujang Efendi juga mengungkapkan “ Mohon untuk para dermawan, yayasan kanker di indonesia, dan khususnya pemerintah untuk, membantu ibu Fatimah dalam menjalani pengobatan agar keadaanya semangkin membaik, untuk yang sudah  membantu dan akan membantu kami ucapkan terimakasih”. Kades juga membuka layanan call center untuk penyaluran bantuan Via Telpon dengan No. 0822-5133-9557  atau Via WA.0813-5117-4624.

(Fiki/Ikur)

TIDAK ADA KOMENTAR