Akademisi Peternakan Untan Latih Beternak Kelinci Yang Baik

Akademisi Peternakan Untan Latih Beternak Kelinci Yang Baik

BERBAGI

Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com-Prodi Peternakan dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPKM) Universitas Tanjungpura (Untan) latih beternak kelinci yang menguntungkan.

Kegiatan ini berlangsung pada Senin (14/5/2018) dihadiri oleh kelompok ternak Armada dan kelompok tani Master dari Desa Ampera Raya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.

Bertempat di rumah ketua kelompok ternak Armada,Juherdi, dilaksanakan pelatihan beternak kelinci yang baik (good farming practices) dan menguntungkan bagi para peternak.

Desa Ampera Raya merupakan daerah yang akan berkembang pesat karena terletak di wilayah strategis penyangga Kota Pontianak yang masyarakatnya sudah banyak mengkonsumsi berbagai macam jenis daging asal hewani.

“Kampung saya ini sekarang seperti kota yang tidak pernah mati siang maupun malam hari, banyak masyarakat yang membuka usaha makanan maupun rumah makan yang banyak membutuhkan daging baik daging ayam maupun daging kelinci yang sekarang memjadi primadona masyarakat di daerah saya. Kami beternak kelinci masih sambilan dan masih dalam jumlah yang sedikit. Bersyukur rasanya dari Untan dan Himasiter mau berbagi ilmu melatih anggota kelompok kami agar sukses dan menguntungkan,” kata Juherdi.

Pemateri dalam pelatihan itu Duta Setiawan pakar kelinci dari UNTAN mengatakan bahwa untuk menghasilkan iklim beternak kelinci yang baik perlu saling bekerjasama yang baik antar anggota kelompok ternak kelinci di Ampera Raya ini.

“Kalau peternak sudah pandai memelihara anakan kelinci yang baru lahir sampai lepas sapih maka akan menjadi peternak kelinci handal dan profesional kedepannnya, karena kelinci ini hewan yang lemah memelihara anak tapi kuat kawin dan menghasilkan anak yang cukup banyak 4-12 ekor,” ujarnya.

Duta Setiawan menjelaskan, induk kelinci ketika melahirkan biasanya stres, gagal menyusui, keguguran, melahirkan di luar sarangnya, kanibal maupun induk tidak memiliki sifat keibuan. Peternak perlu mengetahui penyebab utama kematian anak kelinci yang baru lahir yang cukup tinggi.

Ada beberapa trik trik yang perlu diketahui oleh peternak untuk mengantisipasi agar anak kelinci bisa bertahan hidup sampai dewasa, menyiapkan pakan dan minum yang berkualitas.

“Memberi pakan yang cukup dan bernutrisi agar tidak kanibal dan mampu merangsang keluarnya air asi induk kelinci. Membantu membuat sarang kelinci yang nyaman dan luas. Biasanya kalau anak kelinci mati tidak segera dibuang dari sarangnya maka akan menimbulkan penyakit bagi anak kelinci lainnya,” jelasnya.

Dosen Senior Untan, Ir Yeti Rohayeti, MMA menambahkan untuk memdapatkan keuntungan besar peternak perlu membuat pakan sendiri dengan memanfaatkan bahan bahan limbah sayur di pasar serta limbah ampas sagu yang banyak terdapat di Desa Ampera Raya.

“Dengan menjalin keterkaitan dan keterikatan pra produksi ternak kelinci baik bibit, pakan, alat dan obat-obatan, menguasai proses produksi, sistem budidaya dan pasca produksi atau pengolahan dan pemasaran hasil maka peternak akan berhasil dan sukses dapat meningkatkan ekonomi keluarga,” ujar Yeti.

(Sukardi)

TIDAK ADA KOMENTAR