Bea Cukai Sintete Musnahkan Ratusan Ribu Batang Rokok Tanpa Cukai

Bea Cukai Sintete Musnahkan Ratusan Ribu Batang Rokok Tanpa Cukai

BERBAGI
foto: Pemusnahan miras oleh bea cukai sintete/gindra

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Kantor pengawasan dan pelayanan bea cukai (KPPBC) tipe madya pabean Sintete, melakukan pemusnahan terhadap Barang Milik Negara (BMN).

Kepala kantor bea cukai Sintete, Achmat Wahyudi mengemukakan kegiatan yang dilakukan Rabu (23/5) dalam rangka mewujudkan akuntabilitas pengelolaan barang Milik Negara dilaksanakan secara efisien efektif dan akuntabel. Maka salah satu peruntukan barang milik negara adalah, dengan melakukan pemusnahan barang tersebut.

“Berdasarkan surat kepala Kantor Pelayanan kekayaan negara dan lelang Singkawang, atas nama Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor S-30/MK.6/KEN.11/LINK.02/2017 tanggal 22 Desember 2017. Hal persetujuan pemusnahan barang yang menjadi milik negara pada KPPBC tipe Madya Pabean C Sintete, maka pada hari Rabu tanggal 23 Mei 2018 Bea Cukai Sintete. Melaksanakan pemusnahan BMN, berupa barang kena Cukai hasil tembakau rokok, serta barang kena Cukai minuman mengandung etil alkohol (BKC-MMEA),” ujar Achmat Wahyudi, Rabu (23/5).

Pemusnahan barang milik negara yang berlangsung di halaman Kantor Bea Cukai Sintete, disaksikan para pejabat dari instansi vertikal Kementerian lembaga, institusi penegak hukum dan pemerintah Kabupaten Sambas.

“Pemusnahan barang tersebut berasal dari kegiatan penindakan selama periode tahun 2017, petugas Bea Cukai Sintete dalam hal ini melakukan operasi pasar barang kena Cukai untuk mengawasi peredaran barang kena cukai. Juga pengawasan arus lalu lintas barang penumpang pada pos lintas batas negara (PLBN) Aruk. Dari hasil pengawasan tersebut, telah dilakukan beberapa penindakan terhadap barang kena cukai rokok dan minuman mengandung alkohol dan barang penumpang pada PLBN Aruk.

Achmat Wahyudi menerangkan, setelah dilakukan penindakan dan dan penegahan, selanjutnya barang-barang ilegal tersebut dijadikan BMN melalui surat keputusan kepala KPPBC Sintete. “Kemudian diajukan permohonan pemusnahan BMN kepada Menteri Keuangan, cq kepala Kantor Pelayanan kekayaan negara dan lelang Singkawang,” katanya.

Diungkapkan barang milik negara yang dimusnahkan sesuai persetujuan Kepala Kantor Pelayanan kekayaan negara dan lelang Singkawang, berupa barang kena cukai hasil tembakau sebanyak 437.148 batang rokok berbagai merek dengan nilai Rp 439 juta dan potensi kerugian negara sebesar 155.427.000.

“Barang kena Cukai minuman mengandung etil alkohol, sebanyak 908,4 liter berbagai merk dengan nilai 201.480.000 dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 94.326.800,” ungkap Achmat Wahyudi.

Barang-barang hasil penindakan disebutkan, berupa barang kena Cukai hasil tembakau rokok dan minuman mengandung etil alkohol yang berasal dari pelanggar tidak dikenal. Melanggar ketentuan pasal 54 undang-undang nomor 39 tahun 2007 tentang perubahan undang-undang nomor 1 tahun 1995 tentang cukai.  “Yaitu menawarkan, menyerahkan menjual atau menyediakan untuk dijual barang kena Cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita Cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan Cukai lainnya,” sebutnya.

Achmat Wahyudi mengharapkan,  partisipasi dan koordinasi dari semua pihak.  “Baik masyarakat maupun institusi penegak hukum terkait, untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap peredaran barang kena Cukai hasil tembakau rokok minuman mengandung etil alkohol. Serta barang-barang yang dilarang atau dibatasi pemasukan maupun peredarannya,” tegasnya.

(Gindra/Ikur)

 

TIDAK ADA KOMENTAR